Wanita Pertama Tranplantasi Rahim Menanti Kehamilan

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Reza Perdana

Wanita Pertama Tranplantasi Rahim Menanti Kehamilan

Operasi tranplantasi rahim (Reuters)

Selasa, 8 Maret 2016 | 12:38

Analisadaily - Seorang wanita berusia 26 tahun yang menerima transplantasi rahim pertama di Amerika Serikat, Lindsey mengatakan tengah menanti kehamilan. Dia berharap dapat segera hamil di tahun depan.

"Saya diberitahu tidak akan pernah hamil saat umur saya masih 16 tahun. Sejak saat itu, saya berdoa pada Tuhan untuk memberikan saya kesempatan merasakan hamil," kata Lindsey, seperti dilansir dari Reuters, Selasa (8/3).

Lindsey memang terlahir tanpa rahim. Ia menerima donor rahim dari seorang wanita yang meninggal di usia 30 tahun. Transplantasi dilakukan selama sembilan jam pada 24 Februari lalu. Dia menjadi wanita pertama dari 10 transplantasi rahim yang sudah direncanakan.

Wanita yang menjalani transplantasi rahim di Cleveland akan tinggal di rumah sakit satu sampai dua bulan setelah operasi, kemudian kembali ke rumah dan menjalani kehidupan yang cukup normal. Namun tetap mengonsumsi obat imunosupresi untuk menjaga tubuh.

Lindsey harus menunggu satu tahun kedepan untuk bisa hamil. Waktu satu tahun setelah operasi dilakukan agar Lindsey sudah bisa bertahan dengan dosis rendah obat anti-penolakan transplantasi.

Setelah satu atau dua bayi dilahirkannya, rahim akan diangkat kembali, sehingga dia tidak harus mengonsumsi obat seumur hidupnya.

Embrio dari telur dan sperma akan ditanamkan di rahimnya. Dia tidak bisa hamil melalui hubungan seksual, karena transplantasi rahim tidak termasuk menghadirkan saluran tuba. Bayi akan dilahirkan melalui operasi caesar.

"Rahim transplantasi bukan hanya tentang operasi dan memindahkan rahim dari sini ke sana. Ini tentang memiliki bayi yang sehat, dan tujuan itu semakin besar beberapa tahun lagi," kata ahli ginekologi bedah, Rebecca Flyckt.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar