Wanita Obesitas Lebih Berisiko Terkena Kanker Payudara

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Christison Sondang Pane

Wanita Obesitas Lebih Berisiko Terkena Kanker Payudara

Ilustrasi (Kazan Reporter)

Senin, 27 November 2017 | 14:07

Analisadaily - Kanker cenderung sulit terdeteksi pada wanita dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Kanker baru terdeteksi saat memasuki stadium akhir dan itu sudah terlambat. Hubungan berat badan dengan kanker payudara pun berkaitan erat.

Dimana, wanita obesitas lebih berisiko terkena kanker payudara. Pihak kesehatan merekomendasikan melakukan mammogram jika seorang wanita memiliki riwayat keluarga terkena kanker payudara untuk pencegahan dini.

Studi Karolinksa Institute melibatkan 2.012 wanita yang menderita kanker payudara antara tahun 2001 dan 2008. Para wanita menjalani perawatan mammogram setiap 18 bulan sekali di Swedia. Peneliti menemukan, mereka yang menjalani mammogram dapat terdeteksi lebih cepat.

“Penelitian kami menunjukkan, ketika seorang dokter menyajikan pro dan kontra skrining kanker payudara kepada pasien, BMI yang tinggi harus menjadi penting. Selain itu, temuan kami menunjukkan, wanita dengan BMI tinggi harus mempertimbangkan mammogram,” kata salah satu peneliti, Dr Strand.

Namun Sophia Lowes, dari Cancer Research UK, mengatakan temuan Dr. Strand tidak memberikan cukup bukti untuk mendukung perubahan kanker dengan mammogram.

"Mammogram menyelamatkan nyawa karena mendeteksi kanker payudara pada tahap awal. Namun merugikan wanita yang telah didiagnosis kanker stadium akhir,” kata Sophia.

 

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar