Wanita Muda Jarang Gunakan Kondom

Penulis: Kiki Safitri | Editor: Lely Novita

Wanita Muda Jarang Gunakan Kondom

Pil KB (Fox News)

Selasa, 15 Maret 2016 | 16:25

Analisadaily - Remaja yang menggunakan metode pengendalian kelahiran yang paling efektif, cenderung jarang menggunakan kondom, yang membuat mereka rentan terhadap infeksi menular seksual (IMS).

Menurut penelitian, gadis yang menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim dan implan untuk mencegah kehamilan, sering tidak menggunakan kondom dibanding rekan-rekan mereka yang memilih mengkonsumsi pil KB.

"Temuan ini menyoroti kebutuhan untuk menyiasati peningkatan penggunaan kondom di semua kalangan pengguna yang kerap menggunakan metode kontrasepsi yang efektif untuk mencegah IMS," kata pemimpin peneliti, Riley Steiner, dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Atlanta, dilansir dari Fox News, Selasa (15/3).

Perangkat intrauterin dan implan sangat efektif dalam mengurangi kehamilan yang tidak diinginkan. American College of Obstetricians dan Gynecologists (ACOG) mengatakan, perangkat ini, yang dikenal sebagai long-acting reversible contraception (LARC), harus menjadi pilihan utama sebagai pengontrol kelahiran bagi remaja.

Di antara 100 wanita yang menggunakan LARC, ada sekitar satu kehamilan yang tidak diinginkan per tahun, menurut ACOG. Sementara itu, enam hingga sembilan kehamilan yang tak diinginkan terjadi di antara 100 wanita yang menggunakan suntikan Depo-Provera, pil KB, atau cincin.

Secara keseluruhan, pengguna LARC sekitar 60 persen lebih rendah untuk menggunakan kondom, dibandingkan wanita yang menggunakan pil KB.

Tidak ada perbedaan yang signifikan dalam penggunaan kondom antara mereka yang menggunakan beraneka jenis KB dan mereka yang menggunakan LARC. Steiner mengatakan, tidak jelas mengapa remaja pengguna LARC cenderung jarang menggunakan kondom dan menjelaskan dua kemungkinannya.

"Wanita muda pengguna metode LARC yang sangat efektif mungkin jarang menggunakan kondom karena mereka merasa tidak membutuhkan perlindungan tambahan dari kehamilan. Ada juga kemungkinan penyedia lebih cenderung menawarkan LARC untuk remaja yang jarang atau tidak pernah menggunakan kondom," katanya.

"Pesan penting yang dapat kita ambil dari studi ini adalah kita perlu memberikan informasi yang benar kepada para remaja tentang betapa pentingnya menggunakan kondom," kata Dr. Julia Potter, yang ikut menulis penelitian.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar