Wanita Ini Tuntut Kebijakan Transplantasi

Penulis: Kiki Safitri | Editor: Ria Situmorang

Wanita Ini Tuntut Kebijakan Transplantasi

Alina Sablina (FoxNews)

Selasa, 19 April 2016 | 18:16

Analisadaily - Ketika puteri dari Elena Sablina yang berusia 19 tahun bernama Alina Sablina tewas dalam kecelakaan mobil di Moskow, sebuah laporan forensik mengatakan bahwa enam dari organ milik puterinya termasuk janTung dan ginjal diambil untuk transplantasi.

"Saya sangat terkejut organ anak saya diambil tanpa izin saya," kata Sablina, seperti dilansir FoxNews, Selasa (19/4).

Hukum Rusia memang secara eksplisit memungkinkan dokter untuk mengambil organ tubuh pasien yang meninggal tanpa memberitahu keluarga mereka. Sablina menggugat kasus ini di lima pengadilan Rusia mengingat ia sangat frustasi dan baru-baru ini ia mengajukan kasus tersebut ke Pengadilan HAM Eropa.

Ia berpendapat bahwa transplantasi organ tubuh putrinya melanggar beberapa pasal dari  Konvensi Hak Asasi Manusia di Eropa. Sablina juga berharap kasus putrinya dapat merubah hukum di Rusia.

"(Dokter) hanya datang dengan tas dan mengambil apa yang mereka inginkan," kata Sablina.

"Siapa yang memberi mereka hak untuk mengambil organ tubuh anak saya?"

Banyak dari negara di Eropa, termasuk Rusia, memiliki sistem donasi "dugaan persetujuan", di mana, dalam upaya untuk meningkatkan jumlah organ yang tersedia, pemerintah mengasumsikan banyak orang akan melakukan donor sukarela kecuali mereka secara khusus memilih keluar dari Rusia. 

Di beberapa negara termasuk Spanyol dan Belgia, dokter masih berkonsultasi dengan anggota keluarga sebelum melakukan donor organ. Tapi di Rusia, dokter tidak selalu meminta izin keluarga terlebih dahulu.

Sebuah amandemen baru ini mengusulkan, bagaimanapun, dokter Rusia harus menginformasikan kerabat pasien dalam waktu 12 jam dari kematian pasien sebelum dokter mengambil organ pasien.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar