Wanita Ini Produksi Susu Formula Sendiri

Penulis: Kiki Safitri | Editor: Ria Situmorang

Wanita Ini Produksi Susu Formula Sendiri

Ilustrasi (FoxNews)

Senin, 28 Maret 2016 | 09:44

Analisadaily - Seorang wanita bernama Morgan Verdery sebelumnya tidak pernah punya masalah dalam menyusui anak-anaknya, tapi ketika ia mengadopsi seorang bayi yang baru lahir, anak ketiganya juga masih berusia 8 bulan, lalu akhirnya ia mencoba untuk menyusui kedua anaknya dan itu terbukti cukup menantang.

Morgan yang mencoba meningkatkan pasokan susu dengan memompa, minum teh, mengonsumsi suplemen dan obat-obatan dan bahkan makan hingga 5.000 kalori per hari mengaku bahwa asupan tersebut sama sekali tidak membantu. Ia mencoba untuk memeriksakan dirinya dan ia dinyatakan memiliki hormon prolaktin cukup rendah.

"Saya tidak memproduksi cukup ASI dan saya tidak merasa nyaman dengan hal tersebut," kata Morgan seperti dilansir FoxNews, Senin (28/3).

Verdery yang mengaku tidak tertarik pada makan bayi dengan bahan pengawet, organisme yang dimodifikasi secara genetik (GMO), dan susu dari sapi yang diberi hormon pertumbuhan sapi rekombinan (rBGH) akhirnya menciptakan sebuah terobosan. 

Setelah melakukan penelitian sendiri pada kebutuhan gizi bayi dan meminta seorang teman yang menggunakan susu formula bayi, Verdery memutuskan untuk membuat resep sendiri. Ramuan tersebut termasuk susu kambing bubuk, minyak kelapa organik, minyak zaitun organik, agave nektar organik, molase, minyak ikan cod, probiotik bayi, vitamin bayi dan air.

"Kami ingin memastikan bahwa kami menempatkan sesuatu yang baik untuk bayi kami dari saat mereka lahir. Dan jika menyusui bukanlah pilihan untuk alasan apa pun, bagi kami ini pasti jalan terbaik yang kita bisa diambil," kata Morgan.

Verdery adalah salah satu dari kelompok ibu yang beralih menggunakan susu formula bayi buatan sendiri. Para ahli mengatakan bahwa sebagai ibu memilih makanan alami dan organik, popok dan mainan, dan produk pembersih ramah lingkungan merupakan sebuah proses yang terus meningkat.

"ASI sangat kaya kolesterol dan enzim khusus untuk memastikan bahwa bayi menyerap 100 persen dari kolesterol itu," kata Fallon Morell, seorang  presiden Yayasan Weston A. Price.

"Bahan-bahan yang salah, yang tidak pantas ditempatkan akan memiliki tekanan besar pada sistem kekebalan tubuh bayi dan sistem pencernaan bayi."

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar