Wabah Kolera Serang 3.000 Pengungsi di Tanzania

Penulis: Christison Sondang Pane | Editor: Lely Novita

Wabah Kolera Serang 3.000 Pengungsi di Tanzania

Seorang anak pengungsi Burundi sedang tertidur saat menerima perawatan di sebuah klinik darurat di stadion Danau Tanganyika di Kigoma barat Tanzania, 19 Mei 2015. (Reuters)

Sabtu, 23 Mei 2015 | 09:02

Analisadaily – Sejak kerusuhan yang terjadi di Burundi bulan lalu, banyak warga setempat berlarian meninggalkan wilayah itu dan mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk ke Tanzania. Hingga saat ini, jumlah pengungsi di Tanzania mencapai 100.000 orang.

Menurut laporan terbaru, sekitar 3.000 pengungsi di Tanzania telah terinfeksi penyakit Kolera. badan pengungsi PBB, UNHCR, menyebutkan bahwa dalam satu hari ada sekitar 400 orang yang terserang penyakit tersebut. Menurut UNHCR, munculnya wabah mematikan itu disebabkan oleh kondisi pengungsian yang sangat kotor dan kumuh.

“Epidemi ini masih terus memburuk, khususnya di Kagunga dan sekitarnya. Sejauh ini, laporan yang kami terima dari pejabat kesehatan Tanzania terdapat sekitar 33 orang dinyatakan meninggal karena wabah Kolera,” kata Adrian Edwards, juru bicara UNHCR, dilansir dari Reuters.

UNHCR juga menyebutkan bahwa sekitar $ 207 juta dana telah terkumpul untuk membantu menangani krisis kesehatan di pengungsian Tanzania. Namun, UNHCR tetap menghimbau kepada para donatur agar turut membantu meringankan beban para pengungsi.

Endemik Kolera merupakan salah satu penyakit yang dapat menginfeksi usus. Penyakit ini bisa terjadi karena kekurangan pasokan air bersih. Penyakit ini dapat menyebabkan diare berat dan muntah-muntah. Kolera sangat rentan menyerang anak-anak.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar