Wabah Campak di Selandia Baru Diperkirakan Meluas

Penulis: Christison Sondang Pane

Wabah Campak di Selandia Baru Diperkirakan Meluas

Ilustrasi (Fox News)

Minggu, 10 Maret 2019 | 12:29

Analisadaily – Ribuan vaksin sedang dikirim ke pusat kesehatan di distrik Canterbury, Selandia Baru setelah wabah campak meluas menjadi 20 kasus. Pejebat setempat mengatakan, jumlah itu diperkirakan akan meningkat dalam beberapa hari dan minggu mendatang.

Pusat kesehatan di Canterbury kehabisan vaksin sejak dimulainya wabah pada akhir Februari, 3000 vaksin MMR telah dibawa Minggu ini dan 18.000 lebih akan dikirim ke wilayah tersebut pada Rabu.

“Sekarang dapat diasumsikan bahwa campak beredar luas di komunitas kami,” bunyi pernyataan Dewan Kesehatan Distrik Canterbury dilansir dari Reuters, Minggu (10/3).

Wabah terbaru dilaporkan dari orang-orang yang dianggap belum diimunisasi lengkap. Mereka yang dianggap kebal jika sudah menerima dua dosis vaksin MMR, pernah menderita penyakit campak, atau hampir dilahirkan sebelum 1969.

“Orang yang tidak diimuniasi yang datang dalam jarak dua meter dari orang yang terinfeksi, betapapun singkatnya, memiliki peluang 90 persen tertular campak,” isi pernyataan.

Sebelumnya disebutkan, campak meningkat secara global di negara-negara kaya seperti Amerika Serikat dan Jerman. Beberapa orang tua menghindari vaksi karena alasan filosofis atau agama, atau kekhawatiran bahwa vaksin terhadap campak, gondok, dan rubela bisa menyebabkan autisme.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) vaksin ini sangat efektif. Secara global sekitar 110.000 orang meninggal dunia karena campak pada 2017. Kebanyakan dari mereka adalah anak-anak di bawah usia lima tahun.

Pada 2012, Kementerian Kesehatan Selandia Baru mengatakan, semua kasus campak di Selandia Baru datang dari para pelancong yang membawa penyakit dari luar negeri.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar