Tiga Dokter Ini Raih Nobel di Bidang Kesehatan

Penulis: Christison Sondang Pane

Tiga Dokter Ini Raih Nobel di Bidang Kesehatan

Tiga dokter peraih Nobel (CNN.COM)

Selasa, 8 Oktober 2019 | 20:12

Analisadaily - Dua orang dokter asal Amerika Serikat dan seorang Inggris memenangkan Nobel Medicine Prize 2019 pada hari Senin.

Tiga dokter itu di antaranya William Kaelin, Gregg Semenza dar Universitas Johns Hopkins  dan Peter Ratcliffe.

Mereka meraih penghargaan ini karena menemukan perubahan molekuler, yang mengatur bagaimana sel beradaptasi dengan kadar oksigen berfluktuasi, membuka pendekatan baru untuk mengobati gagal jantung, anemia dan kanker.

William Kaelin di Lembaga Kanker Dana-Farber AS dan Sekolah Kedokteran Harvard mengatakan, dia merasa kebingungan mendapatkan panggilan sebelum fajar.

"Saya biasanya tidak menerima panggilan telepon pada jam 5 pagi, tetapi saya tahu ini adalah 'Nobel Monday', jadi itu akan menjadi panggilan telepon yang waktunya tidak tepat atau berita yang sangat baik. Jantungku mulai berdetak kencang. Itu hampir nyata,” ujar Kaelin dilansir dari Reuters, Selasa (8/10).

Peter Ratcliffe dari Universitas Oxford, yang juga direktur penelitian klinis di Francis Crick Institute di London mengatakan dalam sebuah pernyataan, dia merasa terhormat.

"Merasa terhormat dan senang dengan berita itu,” ujarnya.

Nobel dibidang Medice adalah yang pertama dari Hadiah Nobel yang diberikan setiap tahun. Hadiah untuk pencapaian dalam sains, perdamaian dan sastra telah diberikan sejak 1901 dan diciptakan atas kehendak penemu dinamit dan pengusaha Alfred Nobel.

Peraih Nobel bidang pengobatan telah memasukkan ilmuwan hebat seperti Alexander Fleming, penemu penisilin, dan Karl Landsteiner, yang mengidentifikasi golongan darah terpisah sehingga memungkinkan transfusi yang aman untuk diperkenalkan secara luas.

Thomas Perlmann, anggota Majelis Nobel, mengatakan dia telah menghubungi Kaelin melalui telepon pada Senin pagi untuk memberi tahu dia tentang penghargaan itu.

"Dia benar-benar bahagia, hampir tak bisa berkata-kata," kata Perlmann.

Tahun lalu Amerika James Allison dan Jepang Tasuku Honjo memenangkan hadiah untuk penemuan tentang bagaimana memanfaatkan sistem kekebalan dalam terapi kanker.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar