Terlalu Banyak Waktu Menonton Pengaruhi Motorik Balita

Penulis: Reza Perdana

Terlalu Banyak Waktu Menonton Pengaruhi Motorik Balita

Ilustrasi (Pixabay)

Selasa, 29 Januari 2019 | 21:33

Analisadaily – Balita yang menghabiskan terlalu banyak waktu di depan televisi, tablet, dan telepon pintar, memiliki peluang sedikit dalam pemecahan masalah, komunikasi, dan keterampilan lain. Hal ini menurut sebuah studi baru.

Dilansir dari Asia One, Selasa (29/1), anak-anak dalam penelitian ini memiliki rata-rata 17 jam waktu menonton dalam seminggu ketika mereka berusia 2 tahun, dan 25 jam seminggu pada saat mereka berusia 3 tahun.

Jauh melebihi batas harian 1 jam yang direkomendasikan American Academy of Pediatrics untuk memberikan waktu yang cukup bagi balita untuk bermain kreatif dan berinteraksi dengan pengasuh dan teman sebaya.

"Waktu menonton paling sering merupakan perilaku pasif, dengan sangat sedikit peluang belajar," kata pemimpin studi, Sheri Madigan, dari University of Calgary dan Alberta Children's Hospital Research Institute di Kanada.

Sebagian dari masalahnya adalah otak balita tidak cukup berkembang untuk menerapkan hal-hal yang mereka pelajari dari layar dua dimensi ke apa yang mereka alami dalam kehidupan tiga dimensi.

"Jika mereka melihat seseorang membuat balok di layar, ini tidak membantu mereka membangun balok di kehidupan nyata," ucap Madigan.

Untuk penelitian yang dipublikasikan di JAMA Pediatrics, para peneliti menyurvei 2.441 ibu di Kanada tentang berapa banyak waktu yang dihabiskan balita mereka pada hari biasa dan akhir pekan menonton televisi, film, atau video; bermain video game; atau menggunakan komputer, tablet atau perangkat lain seperti smartphone.

Studi ini bukan percobaan terkontrol yang dirancang untuk membuktikan apakah atau bagaimana waktu menonton awal masa kanak-kanak dapat secara langsung mempengaruhi hasil perkembangan di kemudian hari.

Namun, menambah bukti yang menghubungkan waktu menonton terbatas dengan perkembangan kognitif, fisik dan psikologis, yang lebih baik pada anak usia dini, kata Gary Goldfield, seorang peneliti di Universitas Ottawa yang tidak terlibat dalam penelitian.

"Mayoritas anak-anak dari segala usia melebihi rekomendasi waktu menonton, sehingga orang tua harus lebih ketat menetapkan batas sehat," kata Goldfield.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar