Terapi Kognitif Kurangi Kecanduan Kafein

Penulis: Kiki Safitri | Editor: Eka Azwin Lubis

Terapi Kognitif Kurangi Kecanduan Kafein

Kopi (Dailymail)

Rabu, 2 Desember 2015 | 21:11

"Namun untuk beberapa individu, kafein mampu menyebabkan berbagai efek yang tidak diinginkan sehingga Anda harus membatasi konsumsi kafein"

Profesor Laura Juliano

Analisadaily - Jika Anda mengalami masalah kecanduan kafein, mungkin cara berikut efektif dilakukan untuk mengatasi masalah Anda.

Cara mengurangi rasa candu terhadap kafein dimulai dengan usaha mengurangi penggunaan kafein yang efeknya mirip dengan konsep meninggalkan kecanduan terhadap obat-obatan lain. 

Para pakar dari Johns Hopkins University dan American University mengatakan, efek negatif candu kafein antara lain rasa cemas, gelisah, sakit perut, suasana hati tegang hingga kekurangan waktu tidur.

Saat ini, terapi kognitif perilaku mulai digunakan untuk mengobati gangguan kecemasan dan berfungsi membantu orang mengurangi asupan kafein secara dramatis. Cara ini dilakukan dengan terapi pada konselor terlatih serta sebuah buklet perawatan yang bisa dibawa pulang.

Beberapa orang yang mengikuti terapi kognitif mengakui program yang mereka lakukan membuat efek kafein memudar. Rasa candu terhadap kafein menurun setiap pekan selama lima pekan.

Dalam penelitian terhadap 67 orang pecandu kafein, tim menemukan fakta bahwa peserta mengurangi konsumsi kafein mereka hingga 77% yang diambil dengan sampel air liur mereka.

Profesor Laura Juliano dari American University mengatakan, temuan ini menunjukkan bahwa panduan terapi dengan strategi perilaku kognitif dapat mengurangi ketergantungan kafein secara bertahap. 

''Kafein adalah obat psikoaktif yang paling sering digunakan di dunia. Secara umum, ketika dikonsumsi pada takaran rendah sampai sedang pada dosis harian, sebanyak 400mg, kafein adalah obat yang relatif aman dan menawarkan beberapa manfaat, misalnya tetap terjaga selama perjalanan panjang dan mungkin melindungi diri dari penyakit Parkinson,'' kata Laura dilansir dari DailyMail, Rabu (2/12).

"Namun untuk beberapa individu, kafein mampu menyebabkan berbagai efek yang tidak diinginkan sehingga Anda harus membatasi konsumsi kafein." 

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar