Tangkal Kolesterol Melalui Gerakan Jantung Sehat

Penulis: Reza Perdana

Tangkal Kolesterol Melalui Gerakan Jantung Sehat

Gerakan Jantung Sehat.

Kamis, 3 Agustus 2017 | 16:50

Analisadaily - Data dari Survey Sample Registration System (SRS) tahun 2014 di menunjukkan, penyakit jantung menjadi penyebab kematian tertinggi di indonesia. Sekitar 12,9 persen kematian di Indonesia diakibatkan penyakit jantung dan pembuluh darah, hal ini berpotensi meningkat setiap tahunnya.

Untuk itu, Kementerian Kesehatan mengimbau seluruh komponen bangsa untuk ikut berpartisipasi dan mendukung upaya pencegahan dan pengendalian faktor risiko penyakit jantung koroner, sehingga angka kesakitan, kematian dan kecacatan karena penyakit jantung koroner di Indonesia dapat diturunkan.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular, Kementerian Kesehatan RI, dr. Lily S Sulistyowati, MM, mengatakan, penyebab utama meningkatnya penyakit jantung koroner, terutama di Indonesia adalah gaya hidup modern yang minim aktivitas dan gerakan fisik atau sedentari.

“Mulai dari duduk sepanjang hari di balik meja kerja atau meja usaha hingga memanfaatkan jasa asisten rumah tangga, atau online untuk segala sesuatu. Malas bergerak adalah kebiasaan yang perlu diubah, karena dampak risiko dari gaya hidup sedentari akan mulai terasa setelah bertahun-tahun,” kata dr. Lily, Kamis (3/8).

Menurut Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI tahun 2013, 42 persen atau hampir separuh proporsi penduduk yang masuk dalam kelompok usia di atas 10 tahun, berperilaku sedentari, atau 1 dari 4 penduduk Indonesia menerapkan perilaku sedentari minimal 6 jam setiap harinya.

“Sementara data dari Badan Kesehatan Dunia atau WHO menunjukkan bahwa gaya hidup sedentari adalah 1 dari 10 penyebab kematian terbanyak di dunia,” ujarnya.

Data yang dilaporkan oleh European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) pada tahun 2008 juga menunjukkan bahwa kematian akibat kebiasaan malas gerak jumlahnya dua kali lebih banyak dibandingkan kematian karena obesitas.

“Jika gaya hidup sedentari diikuti dengan pola makan yang tidak seimbang dan kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok atau minum alkohol, maka gaya hidup ini berisiko menyebabkan penyakit jantung,” jelas dr. Lily.

Hidup sehat yang dimaksud adalah gaya hidup yang aktif dan rutin berolahraga, menerapkan pola makan seimbang rendah lemak jenuh dan kolesterol serta kebiasaan sehat tanpa rokok dan minuman beralkohol. Hal ini efektif bantu mencegah faktor risiko utama penyakit jantung yang meliputi diabetes mellitus (penyakit gula atau kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), kebiasaan merokok, kegemukan, dan kadar kolesterol tinggi.

Dr. Vito A. Damay, Sp.JP, M.Kes, FIHA, FICA, menerangkan, kolesterol dan penyakit kardiovaskuler juga terkait oleh proses yang disebut ateroklerosis, yaitu suatu kondisi yang terjadi ketika terbentuk plak pada dinding pembuluh darah arteri. Penumpukan ini mempersempit arteri, sehingga darah sulit untuk mengalir melalui arteri.

“Plak juga bisa pecah (ruptur) dan memicu terbentuknya bekuan darah. Gangguan aliran darah ini dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung atau stroke. Salah satu faktor utama penyebab ateroklerosis adalah dislipidemia, peningkatan kadar kolesterol, trigliserida, atau keduanya, atau penurunan kadar HDL dalam plasma darah yang berkontribusi pada perkembangan aterosklerosis,” terangnya.

Gerakan Jantung Sehat.

Gerakan Jantung Sehat.

Kalbe Nutritionals memiliki portfolio pangan fungsional yang mengandung Plant Stanol Ester (PSE), melalui Nutrive Benecol yang telah diakui dapat membantu menurunkan kolesterol dan risiko penyakit jantung koroner di dunia. Plant Stanol Ester merupakan bahan aktif yang mampu memberikan manfaat kesehatan. Dalam hal ini, telah teruji di lebih dari 70 uji klinis dengan latar konsumen berbeda mampu menurunkan kolesterol hingga 10 persen hingga 17 persen jika dikonsumsi rutin selama 2 sampai 3 minggu.

Plant Stanol Ester adalah senyawa dari tumbuhan yang menyerupai kolesterol, sehingga mampu menggantikan kolesterol dalam proses penyerapan di usus. Kesamaan bentuk molekul antara Plant Stanol Ester dan kolesterol, menjadikan proses penyerapan kolesterol oleh usus tergantikan. Artinya, proses penyerapan kolesterol akan berkurang, karena tergantikan oleh Plant Stanol Ester.

“Di Tahun 2017 ini, kembali bersama dengan Kementerian Kesehatan RI, Yayasan Jantung Indonesia dan KlikDokter.com, kita ingin meneruskan kesuksesan momentum di tahun 2016 untuk menjadi yang terdepan dalam inovasi penurunan kolesterol, risiko stroke dan jantung koroner masyarakat Indonesia, lewat rangkaian program Indonesia Tangkal Kolesterol,” jelas Group Business Unit Special Needs and Healthy Lifestyle, Kalbe Nutritionals, Diny Elvirani.

Ketua Cabang Utama Yayasan Jantung Indonesia Sumatera Utara dan Tim penggerak PKK Kota Medan, Hj. Rita Maharani Dzulmi Eldin, mengutarakan pihaknya memberikan edukasi akan bahaya serta pencegahan penyakit jantung dan pembuluh darah melalui kampanye 5 Panca Usaha, dan terus gencar menyebarkan isu kesehatan dengan menggandeng pemerintah daerah dan kota.

“Kota Medan kini telah menjadi contoh bagi kota lainnya di Provinsi Sumatera Utara dengan berolahraga setiap minggu pagi di Lapangan Merdeka Medan,” ungkapnya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar