Tanda-tanda Autis Pada Anak (Part II)

Penulis: Elfa | Editor: Eka Azwin Lubis

Tanda-tanda Autis Pada Anak (Part II)

Ilustrasi (The List)

Jumat, 29 September 2017 | 10:34

Analisadaily - Meski belum diketahui penyebab pasti Autism Spectrum Disorder (ASD), namun gejala kelainan ini sudah bisa diidentifikasi sejak dini.

Beberapa tanda umum bisa diketahui saat orang tua secara spesifik memperhatikan tingkah laku anak mereka.

Tanda-tanda yang sebelumnya sudah dijabarkan antara lain tidak ada kontak mata, tidak berbicara, tidak memberikan isyarat dan tidak bermain seperti anak pada umumnya. Tanda-tanda lainnya mencakup:

Antusias berlebihan

Setiap orang tua tahu, anak terkadang mengembangkan minat yang kuat pada hal spesifik, seperti menyanyikan setiap lagu yang disukainya berulang-ulang. Untuk kasus anak ASD, minat yang mereka miliki justru sangat berlebihan.

Dr. Soorya dari Pusat Penilaian, Penelitian, Perawatan dan Pelayanan Autisme di Rush University Medical Center, Amerika Serikat menjelaskan, minat anak ASD sangat berlebihan sehingga dia tidak bisa fokus pada hal lain.

"Ketika Anda coba mengalihkan perhatiannya, dia tidak akan bisa. Ketika anak autis dipaksa untuk beralih dari ketertarikannya, hal itu bisa mengakibatkan masalah perilaku seperti amukan," kata Dr. Soorya, dilansir dari The List, Jumat (29/9).

Menurut Interactive Autism Network, jenis antusias yang dimiliki anak ASD tidak sebuah antusias yang diinginkan anak pada umumnya.

Anak ASD lebih tertarik pada sesuatu yang aneh, misalnya melihat kipas berputar selama berjam-jam, membolak-balik bendera, mengambil sendok dan memainkannya atau benda mati lain yang dianggapnya seolah-olah hidup.

Reaksi Sensorik

Anda mungkin pernah mendengar tentang anak autis yang memiliki perilaku seperti mengepakkan tangan atau perilaku terkait sensorik lainnya yang dilakukan berulang-ulang setiap hari.

"Penting untuk melihat perkembangan anak secara detail. Melihat seberapa sering mereka melakukannya, seberapa banyak reaksi sensorik mengganggu, apakah mereka bisa beralih darinya," tandas Dr. Soorya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar