Tanda-tanda Autis Pada Anak (Part I)

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Eka Azwin Lubis

Tanda-tanda Autis Pada Anak (Part I)

Ilustrasi (The List)

Kamis, 28 September 2017 | 13:59

Analisadaily - Autism Spectrum Disorder (ASD) merupakan gangguan perkembangan saraf yang memengaruhi kemampuan anak dalam berkomunikasi, interaksi sosial dan perilaku.

Centers for Disease Control and Prevention (CDC) memperkirakan, sekitar 15% anak-anak di seluruh dunia mengalami ASD.

ASD 4,5 kali lebih sering terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Tanda-tanda autisme sendiri biasanya terlihat pada anak usia dini.

Meskipun tidak ada obat untuk autisme, penanganan sejak dini dapat membantu anak-anak meningkatkan keterampilan untuk membantu mereka melakukan aktivitas normal di sekolah hingga dewasa.

Dilansir dari List, Kamis (28/9), tanda dan gejala autisme bervariasi pada setiap anak.

Dr. Latha Soorya dari Pusat Penilaian, Penelitian, Perawatan dan Pelayanan Autisme di Rush University Medical Center, Amerika Serikat menjelaskan, ada beberapa tanda umum yang mengindikasi anak ASD, yaitu:

Bicara tertunda

Dr. Soorya menjelaskan, tanda-tanda yang paling sering adalah bicara anak yang tertunda.

Anak ASD biasanya datang ke orang tua tanpa berbicara. Pada umumnya, anak ASD juga tidak mengoceh seperti bayi normal. Hal ini sering terjadi saat seorang anak berusia antara 2 sampai 3 tahun.

Tanpa Isyarat

Bahasa bukanlah satu-satunya cara anak berkomunikasi. Ada hal-hal halus yang dilakukan anak untuk berkomunikasi sejak usia dini. Misalnya menggunakan isyarat seperti meletakkan tangan, melambai atau mencium.

Isyarat menggunakan gerak tubuh seperti ini terjadi lebih awal. Biasanya dimulai sebelum usia 12 bulan. Anak yang tak mengalami ASD tidak menggunakan ucapan atau terlambat bicara, biasanya mereka menggunakan isyarat dan menggunakan bahasa tubuh.

"Berbeda dengan anak ASD yang tidak menggunakan isyarat dan tidak berbicara sebagai bentuk komunikasi mereka," ucap Soorya.

Tidak ada kontak mata

Anak ASD cenderung tidak melihat langsung lawan bicaranya atau sulit melihat seseorang yang memanggilnya. Ini adalah contoh lain bagaimana anak autis berjuang dengan perkembangan komunikasi dan berbagi dunianya dengan orang lain.

Journal of American Academy of Child & Adolescent Psychiatry menjelaskan, anak yang sudah memasuki umur satu tahun dan selalu melakukan pandangan ke bawah, patut menjadi perhatian orang tua.

Tidak bermain

Dr. Soorya mengatakan, anak di usia 3-5 tahun harus menunjukkan tindakan kreatif dan imajinatif, apakah harus bermain bola, boneka, atau bermain bersama tokoh idolanya, kereta api dan mainan lainnya.

Sedangkan anak yang mengalami ASD tidak melakukan hal itu. Dia tidak bisa bermain dengan mainannya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar