Solusi Kurangi Rambut Rontok (Part II)

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Lely Novita

Solusi Kurangi Rambut Rontok (Part II)

Ilustrasi (Fox News)

Senin, 15 Juni 2015 | 20:29

Analisadaily - Ada banyak cara untuk mengurangi rambut rontok. Mulai dari mengkonsumsi makanan sehat, pola hidup dan memilih lingkungan yang sehat. Namun, cara tersebut masih harus dilengkapi dengan beberapa hal yang harus diketahui banyak orang.

Misalnya saja, apakah hormon Anda telah mencukupi atau telah seimbang? Faktor seperti ini menjadi faktor penting dalam mencari solusi yang tepat untuk mengurangi kerontokan rambut. Beberapa solusi yang dapat Anda jalani adalah :

1. Obat-obatan

Minoxidil adalah pengobatan yang disetujui Food and Drug Administration (FDA) untuk rambut rontok tetapi harus digunakan secara konsisten agar efektif. Dibutuhkan empat sampai enam bulan untuk melihat perubahan pada rambut. Pada kasus beberapa orang, waktu yang dibutuhkan justru lebih lama, yakni mencapai satu tahun.

Finasteride atau biasa dikenal dengan merek Propecia adalah pil yang disetujui FDA lainnya. Tetapi, pil ini hanya untuk laki-laki. Meskipun efektif, ada risiko terhadap jantung, peningkatan denyut jantung, edema, sakit kepala dan berat badan.

2. Terapi laser

Menjalani terapi laser dengan sinar rendah diizinkan oleh FDA untuk mengatasi rambut rontok. Bagi pria dan wanita dapat menjalani tanpa resep dari dokter. Terapi laser dipercaya dapat merangsang sel-sel energi folikel rambut agar lebih aktif.

Alat terapi laser sangat mudah digunakan. Waktu dan penggunaannya bekerja secara otomatis. Pengguna tidak perlu khawatir saat alat ini bekerja. Mereka akan mengetahui kapan dan dimana bagian rambut yang membutuhkan laser.

3. Pertimbangkan operasi transplantasi rambut

Folikel rambut yang menipis sebenarnya ada di kulit kepala dan terkadang mereka hanya ‘tertidur’. Dilaporkan Fox News, transplantasi dapat membuat folikel lebih aktif.

"Transplantasi dapat mengambil folikel yang tidak beristirahat dan menggantikannya ke daerah kepala dimana folikelnya kurang aktif,” kata seorang dokter kulit dan direktur Hair Disorders Center of Excellence at NorthShore University HealthSystem di Evanston, Illinois, Dr. Shani F. Francis.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar