Skrining Belum Tentu Efektif Cegah Kanker Kulit

Penulis: Elfa | Editor: Reza Perdana

Skrining Belum Tentu Efektif Cegah Kanker Kulit

Melanoma (Fox News)

Rabu, 27 Juli 2016 | 13:07

Analisadaily - Belum ada cukup bukti yang mengatakan skrining sepenuhnya efektif mencegah kanker kulit. Kesimpulan yang dikeluarkan hari ini, Rabu (27/7), oleh Preventive Services Task Force (USPSTF) menambah perdebatan di kalangan medis tentang bagaimana mencegah bahaya kanker sedini mungkin, dan menghindari tes yang berbahaya.

"Pada saat ini, disimpulkan, tidak ada cukup bukti untuk melakukan skrining mampu mengurangi kematian akibat melanoma," kata anggota satgas dan peneliti di Dell Medical School di University of Texas di Austin, Dr. Michael Pignone, seperti dilansir dari Fox News. 

"Kami tahu, ada potensi bahaya, termasuk over-diagnosis dan perawatan yang justru dapat menyebabkan hasil yang tidak diharapkan," tambah Pignone.

Sebagian besar kanker kulit tidak mengakibatkan kematian. Tapi melanoma merupakan kanker yang mematikan. Setidaknya, kasus melanoma membuat 2 persen dari kasus kanker yang mampu menyebabkan kematian.

Tahun ini, diperkirakan 76.400 orang mengembangkan melanoma di Amerika Serikat dan 10.100 akan meninggal akibat penyakit tersebut. Skrining sebaiknya hanya digunakan oleh penderita sesuai bentuk, ukuran dan warna.

Sebab, mereka yang mengidap melanoma lebih jinak dan melakukan skrining justru dapat menghasilkan biopsi yang tidak perlu, jaringan parut atau kerusakan yang dapat mempengaruhi perasaan atau rentang gerak.

"Hal ini penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa USPSTF tidak merekomendasikan penderita kanker kulit ringan," kata presiden dari American Academy of Dermatology, Dr Abel Torres.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar