Singapura Tangguhkan Impor Telur Puyuh dari Malaysia Karena Residu Obat

Penulis: Reza Perdana

Singapura Tangguhkan Impor Telur Puyuh dari Malaysia Karena Residu Obat

Telur Puyuh (Pixabay)

Senin, 7 Oktober 2019 | 14:09

Analisadaily - Singapore Food Agency (SFA) telah menangguhkan impor telur puyuh segar dari sebuah peternakan Malaysia yang menyumbang sekitar 20 persen dari total pasokan Singapura.

Dilansir dari Asia One, Senin (7/10), penangguhan impor telur puyuh dari Telic Farm di Malaysia mulai berlaku bulan lalu, SFA mengatakan pada Sabtu (5/10) sebagai tanggapan terhadap pertanyaan media.

Ini terjadi setelah mendeteksi residu dari obat yang disebut nicarbazin, yang menghentikan burung betina dari menghasilkan telur atau menyebabkan mereka bertelur yang tidak menetas, di telur puyuh peternakan.

"Penangguhan akan dilakukan sampai SFA telah memverifikasi bahwa peternakan memiliki langkah-langkah untuk memastikan bahwa telur mereka tidak mengandung residu obat dan aman untuk dikonsumsi manusia," katanya.

Tahun lalu, Singapura mengimpor sekitar 17 juta telur puyuh segar dari Telic Farm, kata SFA.

Pasokan telur puyuh Singapura berasal dari peternakan lokal dan impor dari Malaysia, China, Taiwan, dan Vietnam, kata badan itu.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar