Singapura Konfirmasi Kasus Penyakit Langka Monkeypox Pertama

Penulis: Reza Perdana

Singapura Konfirmasi Kasus Penyakit Langka Monkeypox Pertama

Ilustrasi (Asia One/CDC/Brian W.J. Mahy)

Jumat, 10 Mei 2019 | 14:02

Analisadaily - Kementerian Kesehatan Singapura telah mengkonfirmasi satu kasus impor infeksi monkeypox atau cacar monyet di negara mereka, melibatkan seorang warga negara Nigeria yang datang bulan lalu untuk mengikuti lokakarya.

Pria berusia 38 tahun itu dinyatakan positif mengidap penyakit virus langka, yang utamanya ditularkan ke manusia dari hewan. Ini adalah kasus monkeypox pertama yang dilaporkan di Singapura, seperti dilansir dari Asia One, Jumat (10/5).

Pria tersebut saat ini berada di ruang isolasi Pusat Nasional untuk Penyakit Menular (NCID), dan dalam kondisi stabil. Sementara itu, 22 dari 23 individu yang telah diidentifikasi kontak dekat pasien juga dikarantina sebagai tindakan pencegahan.

Salah satu kontak dekat, peserta lokakarya, telah meninggalkan Singapura pada 5 Mei 2019 sebelum pasien didiagnosis. Dia telah melaporkan kepada Kementerian Kesehatan Singapura bahwa dia tetap sehat tanpa gejala.

"Meskipun demikian, sebagai tindakan pencegahan, kita telah memberi tahu otoritas kesehatan masyarakat di negara asalnya," kata kementerian itu.

Mereka menambahkan bahwa meskipun penyakit ini mungkin ditularkan antar manusia, risiko penyebarannya rendah. Sebelum datang ke Singapura, pria itu menghadiri pernikahan di Nigeria, di mana ia mungkin telah mengkonsumsi sesuatu sumber penularan virus monkeypox.

Setelah kedatangannya pada 28 April 2019, ia tinggal di Hotel 81 Orchid di Geylang. Dalam dua hari berikutnya, dia menghadiri lokakarya di Samsung Hub di Church Street, di Central Business District. Pada 30 April, ia mengalami demam, sakit otot, kedinginan, dan ruam kulit.

Antara 1 dan 7 Mei 2019, lelaki itu melaporkan bahwa dia sering tinggal di kamar hotelnya. Pada 7 Mei 2019, ia dibawa ke Rumah Sakit Tan Tock Seng dengan ambulans dan dirujuk ke NCID. Selanjutnya, Kementerian Kesehatan mengidentifikasi orang-orang yang melakukan kontak dekat dengan pria tersebut.

"Sebagai tindakan pencegahan, mereka akan dikarantina dan dipantau selama 21 hari sejak tanggal paparan kepada pasien," pernyataan kementerian.

Dalam pernyataannya, Kementerian Kesehatan Singapura mengatakan monkeypox biasanya sembuh sendiri, dengan sebagian besar pasien pulih dalam dua hingga tiga minggu. Namun dalam beberapa kasus, virus dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pneumonia, sepsis, ensefalitis (peradangan otak) dan infeksi mata dengan hilangnya penglihatan.

"Telah dilaporkan tingkat kematian 1 persen hingga 10 persen selama wabah, dengan sebagian besar kematian terjadi pada kelompok usia yang lebih muda."

Penularan monkeypox terutama terjadi ketika seseorang melakukan kontak dekat dengan hewan yang terinfeksi, biasanya tikus, melalui perburuan dan konsumsi daging semak. Penularan penyakit antara manusia adalah mungkin tetapi terbatas, karena seseorang hanya menular ketika ia memiliki gejala, terutama ruam kulit.

"Penularan biasanya terjadi dari kontak dekat dengan sekresi saluran pernapasan atau lesi kulit orang yang terinfeksi, atau benda yang baru-baru ini terkontaminasi oleh cairan atau bahan lesi orang yang terinfeksi," tambahnya.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar