Senyawa Alami yang Mampu Kurangi Risiko Kanker Payudara

Penulis: Christison Sondang Pane | Editor: Lely Novita

Senyawa Alami yang Mampu Kurangi Risiko Kanker Payudara

Brokoli merupakan salah satu jenis sayuran yang mengandung senyawa luteloin yang mampu mengurangi risiko kanker pada wanita (Food Ndtv)

Jumat, 11 September 2015 | 20:07

Analisadaily – Para ahli dari University of Missouri telah menemukan senyawa alami yang mampu mengurangi risiko kanker payudara pada wanita yang telah menjalani terapi hormon pengganti. Senyawa yang disebut luteloin ini ditemukan dalam sayur-sayuran dan rempah-rempah, seperti peterseli, seledri dan brokoli.

Seperti dilansir dari Food Ndtv, di saat sel-sel kanker pada manusia berkembang, mereka (kanker-red) cenderung mengambil sel batang yang sifatnya sangat sulit untuk dibunuh. Disinilah, luteloin sebagai senyawa alami digunakan untuk memantau karakteristik sel batang pada sel kanker payudara.

Dari penelitian ini, para peneliti melihat bahwa senyawa alami diberikan sebagai efek anti-tumor dalam berbagai cara. Dalam sebagian besar kondisi, memang terapi pergantian hormon dapat meningkatkan kehidupan perempuan menopause, yang selama ini cukup mencapai hasil yang baik.

“Namun demikian, penelitian telah menunjukkan bahwa insiden yang lebih tinggi dari kanker payudara dapat terjadi pada wanita yang menerima terapi yang melibatkan kombinasi dari komponen estrogen alami dan progestin sintetis," kata ahli Angiogenesis Tumor, Salman Hyder, Profesor Zalk Endowed.

"Dengan demikian, wanita memerlukan terapi mengguankan luteolin dengan cara menyuntikkan senyawa itu."

Untuk membuktikan studi mereka, para peneliti melakukan ujicoba pada seekor tikus laboratorium yang memiliki kanker payudara. Peneliti menemukan bahwa pembentukan pembuluh darah karakteristik sel batang juga berkurang.

Meski tahap awal penelitian ini menunjukkan hasil yang menjanjikan, peneliti tetap berencana melakukan penelitian lanjutan. Jika studi lanjutan berhasil beberapa tahun ke depan, maka pihak universitas akan meminta otoritas dari pemerintah federal untuk memulai penelitian pengembangan untuk pengobatan manusia.

Penelitian ini telah dipublikasikan di jurnal Springer Plus.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar