Seks Oral Lebih Banyak Sebar Bakteri

Penulis: Elfa | Editor: Christison Sondang Pane

Seks Oral Lebih Banyak Sebar Bakteri

Ilustrasi (BBC)

Selasa, 11 Juli 2017 | 10:10

Analisadaily - Organisasi Kesehatan Dunia menganalisis data dari 77 negara yang menunjukkan resistensi gonore terhadap antibiotik tersebar luas. Dr. Teodora Wi dari WHO, mengatakan, ada tiga kasus penyakit gonore yang benar-benar tidak dapat diobati di Jepang, Prancis dan Spanyol.

Penyakit gonore dikaitkan dengan seks oral yang menghasilkan gonore berbahaya. Sebab, infeksi menular seksual dengan cepat mengembangkan resistensi terhadap antibiotik.

Penyabaran semakin sulit dicegah karena infeksi gonore berada di negara-negara kurang mampu, di mana resistensi lebih sulit dideteksi.

“Gonore adalah bakteri yang sangat cerdas, setiap kali Anda mengenalkan antibiotik kelas baru untuk mengobati gonore, bakteri terus berkembang dan menjadi resisten,” kata Wi, seperti laporan dari BBC, Selasa (11/7).

Gonore dapat menginfeksi alat kelamin, rektum dan tenggorokan. Bila penderita menggunakan antibiotik normal untuk mengobati infeksi sakit tenggorokan, maka gonore justru semakin resisten.

"Di AS, resistensi terhadap antibiotik berasal dari pria yang berhubungan seks dengan sesama pria karena infeksi faring," tambahnya.

Penyakit ini disebabkan oleh bakteri yang disebut Neisseria gonorrhea. Infeksi menyebar melalui hubungan seks vaginal, oral dan anal tanpa kondom.

Gejalanya bisa meliputi pelepasan hijau atau kuning tebal dari organ seksual, rasa sakit saat buang air kecil dan pendarahan saat menstruasi. Infeksi yang tidak diobati dapat menyebabkan infertilitas, penyakit radang panggul dan dapat ditularkan ke anak selama kehamilan.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar