Sehatkah Minyak Kelapa?

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Reza Perdana

Sehatkah Minyak Kelapa?

Minyak Kelapa (BBC)

Kamis, 18 Januari 2018 | 13:20

Analisadaily - Penjualan minyak kelapa terus meroket dalam satu dekade. Minyak kelapa dikenal sebagai minyak yang mampu menyembuhkan segala sesuatu, mulai dari bau mulut hingga gangguan pencernaan.

Tidak bagi para peneliti. Menurut mereka, kandungan minyak kelapa sangat tinggi lemak jenuh (86%) bahkan lebih dari mentega (51%) atau lemak babi (39%). Alasan makanan yang kaya akan lemak jenuh tidak baik, karena mampu menyebabkan kenaikan kadar LDL dalam darah (low density lipoprotein).

LDL dikenal sebagai kolesterol jahat, karena kadar yang tinggi dalam penggunaan minyak kelapa dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung. Di sisi lain, lemak jenuh juga cenderung meningkatkan HDL, kolesterol baik, yang memiliki efek sebaliknya.

Ada kemungkinan makanan tertentu bisa meningkatkan kadar kolesterol secara keseluruhan, namun tetap menjadi ramah untuk tubuh. Penelitian tentang minyak kelapa dilakukan kepada 94 sukarelawan, berusia 50-75 tahun dan tanpa riwayat diabetes atau penyakit jantung.

94 orang dibagi ke dalam tiga kelompok. Setiap hari selama empat minggu, kelompok pertama diminta makan 50g minyak kelapa extra virgin atau sekitar tiga sendok makan penuh. Kelompok kedua diminta mengonsumsi minyak zaitun extra virgin yang sama. Minyak zaitun adalah minyak paling sehat.

Dan, yang ketiga diminta makan 50g mentega tawar setiap hari. Hasilnya, mereka yang mengonsumsi mentega mengalami kenaikan kadar LDL sekitar 10% dan kenaikan HDL 5%. Mereka yang mengonsumsi minyak zaitun mengalami penurunan LDL, dan peningkatan HDL 5%. Bagi mereka yang mengonsumsi minyak kelapa mengalami kenaikan HDL sebesar 15%.

"Mungkin, ini terjadi karena lemak jenuh utama dalam minyak kelapa mengandung asam laurat. Asam laurat berdampak biologis berbeda pada lipid darah terhadap asam lemak lainnya," kata Prof Kay-Tee Khaw dari Cambridge University.

"Keputusan untuk mengonsumsi minyak kelapa atau tidak dan menilainya sehat atau tidak, harus dilihat juga dari pola makan dan hal lainnya. Ini adalah studi jangka pendek. Dibandingkan dengan minyak zaitun, penelitian tentang minyak kelapa masih sangat sedikit," lanjutnya, seperti dilansir dari BBC, Kamis (18/1).

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar