Ruang Angkasa Bisa Buat Manusia Tambah Tinggi

Penulis: Elfa | Editor: Reza Perdana

Ruang Angkasa Bisa Buat Manusia Tambah Tinggi

Astronot (Fox News)

Sabtu, 13 Januari 2018 | 11:34

Analisadaily - Astronot Jepang, Norishige Kanai, bercerita tentang dirinya yang bertambah tinggi hingga 0,9 inci selama berada di ruang angkasa. Pengakuannya membuat banyak publik terkejut. Benarkah ruang angkasa dapat membuat astronot lebih tinggi?

Jawabannya bisa. Astronot bisa tumbuh hingga 3 persen lebih tinggi saat pergi ke luar angkasa. Hal ini disebabkan gravitasi yang menekan vertebra di tulang belakang. Akibatnya, vertebra mengembang dan lebih rileks. Pada akhirnya memungkinkan tubuh untuk meregang hingga 2 inci.

Mayoritas pertumbuhan terjadi setelah pesawat ruang angkasa masuk ke orbit. Dilansir dari Fox News, Sabtu (13/1) astronot pastinya terus mengalami perubahan bertahap dari waktu ke waktu.

"Jika astronot tetap berada di luar angkasa selamanya, mereka tidak akan terus tumbuh dan berkembang. Astronot juga akan mendapatkan tingginya kembali setelah berada di Bumi selama 10 hari," kata Dr. Sudhakar Rajulu, seorang manajer teknis di NASA.

Sebut saja astronot NASA, Scott Kelly, bertambah tinggi sekitar 2 inci saat kembali ke Bumi setelah menjalani 340 hari di ISS pada Maret 2016. Namun, seperti yang diperkirakan, tinggi Kelly hanya sementara.

Sudah umum bagi astronot kehilangan kekuatan otot dan kepadatan tulang saat berada di luar angkasa. Inilah alasan mengapa para astronot harus mempertimbangkan masa waktu mereka berada di sana. Astronot juga berisiko terkena keropos tulang progresif saat kembali ke Bumi.

Sebab, saat tinggal di zona bebas gravitasi, tulang tidak lagi melawan gravitasi bumi untuk memberi dukungan pada gerak atau untuk mempertahankan postur tubuh. Oleh karena itu, ada sedikit ketegangan mekanis pada tubuh, sehingga terjadi keropos tulang progresif.

Kemudian, astronot juga mengalami perubahan penglihatan. Peneliti NASA percaya, pergeseran cairan headward yang terjadi selama penerbangan menyebabkan peningkatan tekanan pada otak, yang bisa mendorong ke belakang mata, dan pada akhirnya menyebabkannya perubahan bentuk.

Astronot merasa sangat sehat saat mereka meluncur ke angkasa. Namun, perasaan itu tidak akan bertahan lama. Saat astronot pertama kali melakukan perjalanan ke luar angkasa, mereka merasa seolah mereka kedinginan, dan wajah mereka mulai terlihat bengkak.

Itu karena cairan di tubuh mereka mendistribusi ulang, menyebar rata ke seluruh tubuh, saat mereka beralih ke lingkungan gaya berat mikro. Tubuh mencatat pergeseran ini sebagai peningkatan volume darah. Kemudian menyesuaikannya dengan cairan ekstra melalui ginjal. Setelah tubuh dapat beradaptasi, maka tubuh kembali normal.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar