Risiko Melanoma Meningkat Setelah Transplantasi Organ

Penulis: Suryadi Sarminson | Editor: Lely Novita

Risiko Melanoma Meningkat Setelah Transplantasi Organ

Ilustrasi Melanoma (Berbagai Sumber)

Selasa, 18 Agustus 2015 | 07:40

Analisadaily - Sebuah peneltitian terbaru di Amerika Serikat menemukan bahwa orang-orang yang menerima transplantasi organ akan memiliki peningkatan risiko terkena kanker kulit atau menaloma.

Bahkan dalam penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health tersebut, menemukan bahwa risiko melanoma bagi penerima transplantasi organ meningkat dua kali lipat daripada orang-orang dalam populasi umum.

Selain itu, penerima transplantasi organ juga menghadapi risiko empat kali lipat lebih tinggi dimana melanoma mulai menyebar ke bagian tubuh lainnya, dibandingkan populasi umum.

Para peneliti pun terkejut melihat peningkatan besar ini, mengingat kesehatan penerima transplantasi umumnya diawasi secara ketat.

"Temuan kami menunjukkan bahwa pemantauan dermatologi dekat dari penerima transplantasi, terutama dalam empat tahun pertama setelah transplantasi, bisa memungkinkan melanoma dan mengembangkan penyakit metastatik," kata Hillary Robbins, seorang mahasiswa pasacasarjana dalam penelitian tersebut, dilansir melalui Fox News (18/8).

Pada tahun 2015 saja, ada sekitar 74.000 kasus melanoma yang didiagnosis di Amerika Serikat dan sekitar 10.000 orang meninggal akibat penyakit tersebut.

Namun menurut National Cancer Institute, tingkat kelangsungan hidup seseorang tergantung pada tahap melanoma yang dia derita. Meskipun 98 persen orang yang didiagnosis dengan melanoma lokal mampu bertahan hidup setidaknya 5 tahun, hanya 17 persen dari mereka yang didiagnosis dengan melanoma yang telah menyebar ke bagian tubuh lain, yang mampu hidup selama itu.

Dalam studi tersebut, para peneliti memeriksa tingkat melanoma pada hampir 14.000 pasien yang menerima transplantasi organ di Amerika Serikat antara tahun 1987 sampai 2010.

Hasilnya, ternyata pasien melanoma yang telah menerima transplantasi organ tiga kali lebih mungkin untuk meninggal dari kanker kulit dibandingkan dengan pasien yang tidak menerima transplantasi.

Masih belum jelas mengapa orang yang telah menjalani transplantasi organ tampaknya memiliki peningkatan risiko melanoma lebih tinggi, tetapi setidaknya ada alasan untuk menjelaskannya.

Bisa jadi melanoma kecil yang tidak terdeteksi pada saat transplantasi menjadi agresif dan bermetastasis setelah pasien mulai mengambil obat yang diperlukan yang menekan sistem kekebalan tubuh untuk mencegah penolakan organ yang menjadi awal dari tumor.

Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini. Sementara itu, studi tentang kanker kulit terbaru ini telah diterbitkan dalam Journal of Investigative Dermatology pada 13 Agustus lalu.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar