Risiko Lakukan Operasi Plastik Demi Kecantikan

Penulis: Elfa | Editor: Christison Sondang Pane

Risiko Lakukan Operasi Plastik Demi Kecantikan

Ilustrasi (Fox News)

Jumat, 9 Juni 2017 | 12:26

Analisadaily - Menurut American Society for Aesthetic Plastic Surgery, anak muda berusia antara 19-36 lebih dari 17 persen melakukan operasi plastik untuk kecantikan pada tahun 2016.

Beberapa ahli bedah dan dokter di New York, serta California juga membuktikan tren ini. Di balik tindakan operasi plastik, ada beberapa risiko yang harus diterima pasien. Berikut adalah beberapa risiko yang perlu dipertimbangkan:

1. Jaringan parut

Kebanyakan orang yang menjalani operasi plastik menginginkan tampilan yang lebih baik. Namun, semua operasi plastik menyebabkan beberapa jaringan parut.

2. Ketidakpuasan

Pasien mungkin memiliki harapan yang tidak realistis tentang bagaimana penampilan mereka. Meski, ahli bedah sudah mengatakan risiko ini sebelum melakukan operasi. Begitu pasien menjalani operasi kosmetik, mereka tidak akan bisa kembali ke penampilan semula saat mereka merasa tidak puas dengan hasilnya.

Faktanya, penelitian dalam beberapa dekade terakhir menunjukkan, tingkat bunuh diri lebih tinggi pada wanita yang telah menjalani operasi pembesaran payudara karena bermasalah dengan harga diri, kegelisahan, dan depresi karena tidak puas dengan hasilnya.

3. Reaksi terhadap Anestesi

Terkadang, pasien yang menjalani operasi tidak akan menyadari alergi terhadap anestesi. Masalah ini cukup langka, tapi itu memang terjadi. Pasien pun berisiko lebih tinggi mengalami reaksi terhadap anestesi setelah melakukan operasi plastic, termasuk pembekuan darah, masalah jantung, dan kejang.

4. Infeksi

Risiko potensial lainnya adalah infeksi. Dilansir dari Fox News, Jumat (09/6), infeksi dapat menyebabkan ahli bedah membuka kembali insisi atau beberapa prosedur medis lainnya untuk melawan bakteri.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar