Ribuan Warga Utah Terancam Wabah Hepatitis C

Penulis: Kiki Safitri | Editor: Lely Novita

Ribuan Warga Utah Terancam Wabah Hepatitis C

Ilustrasi (Fox News)

Senin, 11 Januari 2016 | 19:16

Analisadaily - Lebih dari 7.000 pasien di rumah sakit Utah berpotensi terkena wabah hepaitis C, setelah melakukan kontak dengan mantan perawat yang terinfeksi, Namun, kurang dari setengah pasien telah melakukan serangkaian tes gratis untuk mengetahui apakah mereka memiliki penyakit hepatitis C atau tidak.

"Kami melakukan ini karena menganggap bahwa hepatitis C adalah wabah," kata Angela Dunn, seorang dokter dari Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Utah, seperti dilansir dari Fox News, Senin (11/1).

"Ketika kita memiliki dua atau lebih infeksi hepatitis C, kami menganggap itu wabah."

Sejauh ini, hanya 35 persen dari 7.200 pasien yang telah melakukan kontak dengan perawat tersebut yang menerima tes gratis. Beberapa orang yang telah diuji dinyatakan positif hepatitis C. Namun, hasil akhir dari pasien yang terinfeksi akan dirilis hingga Februari atau Maret.

Seperti diketahui, seorang perawat bernama Elet Neilson (49), yang bekerja di Rumah Sakit Mckay-Dee di Ogden dan Rumah Sakit Davis di Layton dinyatakan mengidap strain langka dari hepatitis C, yaitu genom 2b. Baik strain maupun variasi yang berbeda dari hepatitis C telah diidentifikasi melalui pengujian. Paparan penyakit ini diperkirakan terjadi antara 17 Juni 2013 dan 25 November 2014.

Dunn mengatakan, wabah hepatitis C saat ini merupakan yang pertama yang pernah terjadi di Utah, sementara wabah serupa terjadi di Denver pada tahun 2009. Oleh karena itu, Dunn menyarankan penting bagi setiap orang untuk diuji karena gejala hepatitis C bisa tidak terlihat selama beberapa dekade.

"Orang bisa tidak memiliki gejala selama beberapa dekade dan kemudian secara tiba-tiba liver mereka akan mengalami masalah dan itu adalah bagian yang mematikan dari penyakit ini," kata Dunn. 

"Jadi penting untuk diidentifikasi lebih awal ketika orang tidak memiliki gejala sehingga mereka bisa mendapatkan pengobatan yang efektif."

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar