Remaja Perempuan Lebih Rentan Depresi Terkait Penggunaan Media Sosial

Penulis: Reza Perdana

Remaja Perempuan Lebih Rentan Depresi Terkait Penggunaan Media Sosial

Ilustrasi (Pixabay)

Senin, 7 Januari 2019 | 16:16

Analisadaily - Remaja perempuan dua kali lebih mungkin menunjukkan gejala depresi yang terkait dengan penggunaan media sosial, terutama karena pelecehan dan gangguan tidur, serta citra tubuh yang buruk dan harga diri yang lebih rendah.

Dalam sebuah penelitian yang menganalisis data dari hampir 11.000 orang muda di Inggris, para peneliti menemukan remaja perempuan berusia 14 tahun adalah pengguna media sosial yang lebih berat, dengan dua perlima dari mereka menggunakannya selama lebih dari tiga jam sehari, dibandingkan dengan seperlima dari remaja laki-laki.

Dilansir dari Asia One, Senin (7/1), studi ini juga menemukan 12 persen pengguna media sosial ringan dan 38 persen pengguna media sosial berat (lima-plus jam sehari) menunjukkan tanda-tanda mengalami depresi yang lebih parah.

Ketika para peneliti melihat proses mendasar yang mungkin terkait dengan penggunaan media sosial dan depresi, mereka menemukan 40 persen remaja perempuan dan 25 persen remaja laki-laki memiliki pengalaman pelecehan online atau cyber bullying.

Gangguan tidur dilaporkan oleh 40 persen remaja perempuan dibandingkan dengan 28 persen remaja laki-laki. Kecemasan dan kurang tidur keduanya terkait dengan depresi. Remaja perempuan juga lebih terpengaruh ketika menyangkut penggunaan media sosial dan kekhawatiran tentang citra tubuh, harga diri dan penampilan.

Desakan Untuk Orang Tua

Seorang profesor di Institut Epidemiologi & Perawatan Kesehatan University College London, Yvonne Kelly, yang ikut memimpin penelitian, mendesak orang tua dan pembuat kebijakan untuk mencatat hasilnya.

“Temuan ini sangat relevan dengan pengembangan kebijakan saat ini tentang pedoman untuk penggunaan media sosial yang aman, dan meminta industri untuk lebih ketat mengatur jam penggunaan media sosial untuk kaum muda,” katanya dalam sebuah pernyataan.

“Keluarga mungkin juga boleh merenungkan kapan dan di mana remaja boleh berada di media sosial, dan mempertimbangkan pembatasan pada remaja yang memiliki perangkat seluler di kamar tidur mereka,” tambahnya.

Penelitian yang didanai Dewan Riset Ekonomi dan Sosial Inggris (ESRC) ini dipublikasikan secara online di jurnal EclinicalMedicine.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar