Remaja Cenderung Melukai Diri Sendiri

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Reza Perdana

Remaja Cenderung Melukai Diri Sendiri

Remaja (BBC)

Sabtu, 15 Desember 2018 | 13:00

Analisadaily - Remaja yang menjadi korban kelalaian, penindasan, kejahatan, kekerasan keluarga, dan eksploitasi seksual cenderung melukai diri sendiri dan memiliki pikiran untuk bunuh diri. Hal ini berdasarkan penelitian yang dilakukan King's College London.

Bunuh diri dan menyakiti diri sendiri adalah penyebab utama kematian di kalangan anak muda di seluruh dunia. Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, menyebutkan bunuh diri terjadi pada 67.000 remaja setiap tahun.

Para peneliti meneliti 2.232 kasus remaja di Inggris dan Wales pada 1994-1995. Mereka melihat berbagai macam viktimisasi remaja, penganiayaan, penelantaran, viktimisasi seksual, kekerasan keluarga, kekerasan teman sebaya, dan cyber-victimization.

Hasil penelitian, lebih dari sepertiga remaja pernah mengalami setidaknya satu jenis viktimisasi berat antara usia 12 hingga 18 tahun, dan 7% pernah mengalami tiga jenis atau lebih parah viktimisasi. Hampir seperlima (18,9%) melakukan hal negatif yang merugikan diri sendiri.

Untuk setiap tipe penganiayaan tambahan yang dialami, risiko untuk bunuh diri dan mencederai diri semakin berlipat ganda, dan risiko percobaan bunuh diri meningkat tiga kali lipat pula.

Dilansir dari BBC, Sabtu (15/12), mencegah remaja menjadi korban, misalnya melalui skema anti-intimidasi berbasis sekolah, program dukungan keluarga dan inisiatif keselamatan masyarakat, dapat membantu mengurangi kemungkinan mereka memiliki pikiran untuk bunuh diri atau menyakiti diri sendiri.

Peneliti utama, Jessie Baldwin mengatakan, viktimisasi pada masa remaja merupakan faktor risiko penting untuk ide bunuh diri, menyakiti diri sendiri, dan usaha bunuh diri.

"Oleh karena itu, remaja yang diketahui pernah mengalami penganiayaan, intimidasi, cyber-viktimisasi, dan bentuk-bentuk viktimisasi lainnya, harus didukung karena risiko tinggi ditanggung oleh remaja,” kata Jessie.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar