Rambut Rontok Pada Wanita Itu Normal?

Penulis: Lely Novita

Rambut Rontok Pada Wanita Itu Normal?

Wanita tidak mengalami kebotakan tetapi mengalami penipisan rambut di bagian atas kepala (Fox News)

Senin, 23 Februari 2015 | 08:53

Analisadaily - Wanita sering terkejut jika mendapati rambut mereka rontok. Mereka pun rela menghabiskan banyak uang untuk membeli produk yang diklaim dapat mengembalikan kerusakan rambut dan membuat rambut lebih bervolume.

Seorang pakar, Paradi Mirmirani, dermatologis dan prosesor asisten klinis di University of California, San Francisco menjelaskan bagaimana rambut bisa berubah seiring pertambahan usia dan mengapa kita harus memakan banyak protein.

BACA JUGA : Mitos dan Kebenaran Rambut Rontok (Part I)

Pada wanita, begitu juga dengan pria, kerontokan rambut atau alopecia yang paling umum dialami adalah karena faktor keturunan. Hal ini dipercaya diwariskan dari pihak ibu, meskipun menurut Dr. Mirmirani bisa juga diwariskan dari kedua orang tua. Hal ini mungkin lebih mempengaruhi wanita daripada pria.

“Lima puluh persen dari semua orang akan mengembangkan beberapa tingkat kerontokan turun-temurun di usia 50-an, tetapi bisa juga di usia dini yaitu 20-an atau bahkan remaja,” kata Dr. Mirmirani, dilansir dari Fox News.

Pada wanita, pola penipisan rambut karena keturunan berbeda dengan pria. Wanita tidak mengalami kebotakan atau memiliki garis rambut surut. Sebaliknya, wanita mungkin akan mengalami beberapa penipisan di atas kepala daripada di bagian belakang atau kulit kepala lebih terlihat.

Setiap orang mengalami siklus normal lima sampai tujuh tahun pertumbuhan dan penumpahan rambut. Pada waktu tertentu, 10 % dari rambut mengalami fase istirahat dan tidak tumbuh. Folikel atau akar rambut akan mendorong keluar rambut lama dan menggantikannya dengan untaian baru yang pendek. Sekitar 100 sampai 200 helai rambut rontok setiap harinya itu adalah normal.

“Itu adalah jumlah yang harus Anda gantikan sehari-hari, dan penumpahan (kerontokan) itu baik-baik saja,” jelas Dr. Mirmirani.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar