Pola Penyebaran Ebola Mulai Ditemukan

Penulis: Elfa | Editor: Eka Azwin Lubis

Pola Penyebaran Ebola Mulai Ditemukan

Ilustrasi (BBC)

Kamis, 16 Februari 2017 | 13:41

Analisadaily - Mayoritas kasus Ebola tersebar dari pasien yang kuantitasnya relatif kecil. Analisis yang diterbitkan dalam Prosiding National Academy of Sciences menunjukkan, hampir dua pertiga (61%) kasus Ebola disebabkan oleh 3% orang yang terinfeksi.

Para peneliti menyebut pola penyebaran Ebola dengan super-spreaders. Lebih dari 28.600 orang terinfeksi Ebola selama 2014-2015 di Afrika Barat dan 11.300 korban meninggal dunia.

Dengan melihat pola di mana dan kapan kasus Ebola muncul, para peneliti bisa mengetahui berapa banyak orang yang terinfeksi di satu daerah.

Prof Steven Riley, salah seorang peneliti di Imperial College London mengatakan, sebagian besar kasus Ebola memiliki periode menular yang relatif singkat dan menghasilkan angka yang rendah atau infeksi sekunder. Sedangkan sejumlah kecil kasus memiliki waktu yang lebih lama menular dan dihasilkan infeksi yang lebih tinggi.

"Temuan ini mungkin menjadi deskripsi akurat tentang apa yang terjadi," kata Riley, dilansir dari BBC, Kamis (16/2).

Anak di bawah usia 15 tahun dan orang dewasa berumur 45 tahun ke atas menjadi kelompok yang paling rentan menyebarkan virus Ebola.

Prof Jonathan Ball, seorang ahli virus di Universitas Nottingham, Inggris mengatakan, wabah Ebola di Afrika Barat pada skala besar belum pernah terjadi sebelumnya dan banyak kasus, terutama yang terjadi di masyarakat, tampaknya muncul dari hal-hal kecil.  

"Mengetahui siapa yang paling mungkin menularkan virus bisa membantu peneliti fokus dalam mencegah penyebaran virus," ujar Ball.

"Apakah ini karena faktor biologis atau sosial, masih belum jelas. Ini akan menjadi pertanyaan penting untuk mengatasi dan memahami bagaimana virus Ebola dengan pola super-spreaders terjadi," tukasnya.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar