Peringatan Keras Bagi Pengguna 'Dry Shampoo'

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Eka Azwin Lubis

Peringatan Keras Bagi Pengguna 'Dry Shampoo'

llustrasi (Daily Mail)

Kamis, 23 April 2015 | 10:31

Analisadaily - Dry shampoo merupakan sampo kering yang dianggap sebagai solusi baru untuk menjaga kondisi rambut secara praktis karena penggunanya tidak perlu membilas rambut mereka setelah menggunakan bahan tersebut. Dry shampoo menjadi pilihan banyak orang yang tidak punya waktu untuk keramas.

Kegunaan lain dari dry shampoo konon adalah untuk mencegah rambut rontok, rambut kering, dan membuat rambut menjadi lebih hitam. Namun menurut laporan Daily Mail, seorang pakar rambut dari Australia mengungkapkan bahwa manfaat dry shampoo tidak seperti yang selama ini diyakini banyak orang.

Cara baru di dunia kecantikan itu ternyata memiliki efek samping yang sangat berbahaya. Ketombe adalah salah satu dampak kecil dari dry shampoo.

“Sampo kering dirancang untuk menghilangkan kelembaban dari kulit kepala. Jika dry shampoo digunakan terlalu sering, maka kulit kepala akan kering dan bersisik,” jelas Renya Xydis, seorang pakar kesehatan rambut dari Sydney, Australia.

"Terlalu sering menggunakan dry shampoo dapat menyebabkan rambut tampak berdebu dan penumpukan sampo pada kulit kepala akan menyebabkan pori-pori tersumbat. Inilah yang menyebabkan timbulnya jerawat, bahkan kista."

Bahaya penggunaan dry shampoo juga dibenarkan oleh seorang Stylist Raw Hair, Anthony Nader. Dia mengatakan bahwa lapisan pada batang rambut dapat rusak dan membuat rambut rontok lebih banyak ketika seseorang rutin menggunakan sampo kering.

Para stylist menyarankan agar penggunaan dry shampoo hanya dilakukan sebanyak dua kali dalam seminggu. Selebihnya, gunakan sampo seperti biasa sembari melalukan pijatan kepala yang lebih lama. Cara ini dipercaya mampu untuk menghindari penyumbatan pori-pori di kepala yang disebabkan bahan kimia dari dry shampoo.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar