Pentingnya ASI Eksklusif Bagi Ibu dan Bayi

Pentingnya ASI Eksklusif Bagi Ibu dan Bayi

Sosialisasi pentingnya ASI bagi ibu dan bayi, Kamis (13/7).

(aa/rzp)

Kamis, 13 Juli 2017 | 21:10

Analisadaily (Medan) - Dinas Kesahatan (Dinkes) bersama Dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kota Medan, melakukan pemeriksaan kesehatan bagi warga tidak mampu dengan pelayanan Keluarga Berencana (KB) di RSU. Mitra Sejati, Kecamatan Medan Johor.

Selain itu, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan sosialisasi pentingnya ASI eksklusif. Kegiatan dihelat dalam rangka hari jadi Kota Medan ke-427 tahun.

Kadis Kesehatan Kota Medan, Usma Polita, melalui sekretaris Dinkes Kota Medan, Irma Suryani, mengharapkan dengan kegiatan ini masyarakat, terutama bagi para ibu hamil agar lebih mengetahui tentang program ASI eksklusif.

"Kita tahu ASI merupakan air susu yang paling bagus dan sempurna dari ciptaan Tuhan. Akan tetapi sering kali masyarakat dengan ketidaktahuan-nya, tidak memanfaatkan ASI, dan juga tidak memberikan ASI kepada bayinya," ungkapnya.

Ia menjelaskan, dewasa ini banyak alasan para ibu-ibu untuk tidak menyusui buah hatinya, salah satu penyebabnya adalah kurangnya produksi ASI.

"Dengan rangkaian kegiatan ini, nantinya kita akan menjelaskan bagaimana proses ASI tersebut, baik itu dari proses pengeluarannya, pemanfaatannya serta proses penyimpanannya. ASI sendiri bisa disimpan di lemari pendingin, sehingga tidak ada alasan lagi bagi ibu-ibu yang bekerja untuk tidak memberikan ASI," terangnya.

"Selain itu, dengan ini pemahaman masyarakat semakin bertambah dan semakin meningkat. Hanya saja implementasi yang kita kejar, agar masyarakat lebih memahami secara detail," tuturnya.

Di sisi lain, Direktur RSU. Mitra Sejati, Weldy Ritonga, didampingi Humas, Erwinsyah Dimyati Lubis, mengucapkan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemko) dan Dinkes Kota Medan, karena tempatnya sebagai wadah salah satu kegiatan HUT Kota Medan.

"Bukan hanya kegiatan ini saja, kami tetap mendukung penuh terhadap program-program yang dicanangkan Pemko Medan," tuturnya.

Pemeriksaan kesehatan bagi warga tidak mampu dengan pelayanan KB yakni sebanyak 30 orang KB Implan, IUD 2 orang, Pil 100 orang, dan Suntik 20 orang.

(aa/rzp)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar