Peningkatan Kasus Bunuh Diri Penderita Kanker Paru

Penulis: Reza Perdana

Peningkatan Kasus Bunuh Diri Penderita Kanker Paru

Ilustrasi (Boldsky)

Kamis, 25 Mei 2017 | 21:33

Analisadaily - Pria yang didiagnosis menderita kanker paru-paru memiliki peningkatan risiko bunuh diri sembilan kali lipat, tertinggi dibandingkan kanker payudara, prostat, kolorektal.

Dilansir dari Boldsky, Kamis (25/5), studi menunjukkan tingkat bunuh diri secara keseluruhan pada pasien dengan jenis kanker, dibandingkan dengan populasi umum, yaitu 60 persen.

Sementara risiko bunuh diri tertinggi terlihat pada pasien kanker paru-paru, risiko terendah terlihat pada pasien kanker payudara dan kanker prostat (20 persen lebih tinggi).

Untuk pasien kanker kolorektal risikonya 40 persen lebih tinggi. Peningkatan risiko terutama pada pasien yang lebih tua, janda, laki-laki, dan pasien dengan karakteristik tumor yang tidak menguntungkan.

"Kami ingin melihat dampak dari salah satu peristiwa yang paling menegangkan adalah pada pasien," kata tim penelitian doktoral dari Cornell University, Mohamed Rahouma.

"Sebagian besar dokter tidak memikirkan risiko bunuh diri pada pasien kanker. Studi ini dapat mengubahnya dengan membuat kita lebih sadar akan risiko terbesar untuk bunuh diri, sehingga malapetaka ini dalam perawatan pasien tidak terjadi," Rahouma menambahkan.

Untuk penelitian yang dipresentasikan pada Konferensi Internasional ATS 2017 di Washington, DC, tim menganalisis 3.640.229 pasien dan melihat kematian bunuh diri untuk semua jenis kanker dan kanker paru-paru, prostat, payudara dan kolorektal secara individu.

Selama periode 40 tahun, diagnosis kanker dikaitkan dengan 6.661 kasus bunuh diri.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar