Penelitian WHO: 1.4 Miliar Orang Dewasa Kurang Olahraga

Penulis: Christison Sondang Pane

Penelitian WHO: 1.4 Miliar Orang Dewasa Kurang Olahraga

Dua orang dewasa sedang olahraga (New York Times)

Rabu, 5 September 2018 | 13:00

Analisadaily – Penelitian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang diterbitkan di Jurnal Lancet Global Health menyebutkan, lebih dari seperempat orang dewasa di dunia atau 1.4 miliar orang terlalu sedikit berolahraga.

“Tingkat aktivitas fisik yang tidak mencukupi tidak turun di seluruh dunia, dan lebih dari seperempat semua orang dewasa tidak mencapai aktivitas fisik seperti yang disarankan untuk kesehatan,” kata Pemimpin Penelitian, Regina Guthold.

Dilansir dari Reutres, Rabu (4/9), dalam penelitian itu dituliskan, kurangnya aktivitas fisik menempatkan mereka pada risiko tinggi penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, demensia dan kanker.

Data WHO, pada 2016 satu dari tiga wanita dan satu dari empat pria di seluruh dunia tidak mencapai aktivitas fisik yang disarankan untuk tetap sehat. Setidaknya melakukan olahraga 150 menit olahraga sedang atau 75 menit seminggu.

Menurutnya, belum ada peningkatan aktivitas fisik global sejak 2001. Tingkat tertinggi kurangnya olahraga pada orang dewasa tahun 2016 ada di Kuwait, Samoa Amerika, Arab Saudi dan Irak.

Di Amerika Serikat sekitar 40 persen, Inggris 36 persen, dan China 14 persen, yang kurang melakukan aktivitas fisik.

Dengan meningkatkan aktivitas fisik maka bermanfaat untuk kebugaran otot dan kardio-pernapasan, kesehatan tulang yang lebih baik, kontrol berat badan dan mengurangi risiko hipertensi, penyakit jantung, stroke, diabetes, depresi dan berbagai jenis kanker.

Studi ini juga menemukan, aktivitas rendah dua kali lipat lebih besar di negara berpenghasilan tinggi dibanding dengan negara miskin. Dan, itu meningkat 5 persen di negara kaya dari 2001 sampai 2016.

Di negara-negara kaya, masih dari hasil penelitian, transisi ke arah pekerjaan yang lebih menetap serta bentuk rekreasi dan transportasi yang tidak bergerak dapat menjelaskan tingkat ketidakatifan yang lebih tinggi.

Di negara kurang makmur, orang cenderung lebih aktif di tempat kerja dan untuk transportasi. Dengan begitu, peneliti mendesak agar pemerintah memperhatikan perubahan ini dan menempatkan infrastruktur, mempromosikan berjalan dan bersepeda serta berolahraga aktif.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar