Peneliti Percaya Obat HIV Baru Perbaiki Kesenjangan Pengobatan

Penulis: Reza Perdana

Peneliti Percaya Obat HIV Baru Perbaiki Kesenjangan Pengobatan

Ilustrasi (Pixabay)
 

Sabtu, 11 Mei 2019 | 22:02

Analisadaily - Pengembang obat Cina untuk mengobati HIV mengatakan mereka berharap akan mengatasi kekurangan dari pengobatan serupa yang digunakan selama lebih dari satu dekade.

Administrasi Produk Medis Nasional menyetujui uji klinis Thioraviroc, yang dikembangkan oleh para peneliti di Institut Shanghai Materia Medica dan Institut Zoologi Kunming dari Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok.

Thioraviroc bertindak sebagai antagonis terhadap reseptor yang disebut CCR5, yang bersama dengan reseptor lain diperlukan agar virus dapat memasuki sel manusia dan bereplikasi.

Liu Hong, seorang peneliti di Institut Shanghai Materia Medica, mengatakan, Thioraviroc menghambat replikasi HIV pada tahap awal infeksi dengan bertindak pada reseptor CCR5.

"Itu membuat Thioraviroc terapi potensial dalam pengobatan AIDS," katanya, seperti dilansir dari Asia One, Sabtu (11/5).

Obat itu juga telah diberikan paten di Amerika Serikat, Eropa, Rusia, Korea Selatan, dan Australia.

Liu mengatakan, Maraviroc adalah satu-satunya obat lain yang menargetkan reseptor CCR5 yang membantu mengendalikan HIV. Ini dikembangkan perusahaan obat Pfizer dan disetujui Administrasi Makanan dan Obat AS pada tahun 2007.

Namun, Liu mengatakan itu hanya penggunaan terbatas karena keterbatasan. Menurut deskripsi obat, Maraviroc menghambat fungsi normal dari beberapa enzim yang merupakan kunci bagi manusia untuk memetabolisme obat.

"Namun, Thioraviroc, berdasarkan studi praklinis, belum menunjukkan cacat seperti itu, yang membuatnya jauh lebih aman," katanya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Cina, jumlah orang yang hidup dengan HIV di Cina adalah sekitar 850.000 pada September, dengan sekitar 80.000 orang terinfeksi setiap tahun.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar