Penderita Autis Diklaim Memiliki Umur Pendek

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Reza Perdana

Penderita Autis Diklaim Memiliki Umur Pendek

Ilustrasi (BBC)

Sabtu, 19 Maret 2016 | 20:40

Analisadaily - Mengutip penelitian terbaru yang dilakukan di Swedia, menyebut penderita autis lebih memiliki umur pendek dibandingkan mereka yang normal. Penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Psychiatry, penderita autis dikatakan lebih awal meninggal 16 tahun dari populasi umum.

Di Inggris, diperkirakan 1 persen dari populasi atau 700.000 orang menderita autis dan hal itu menyebabkan kesulitan dalam berkomunikasi serta berhubungan dengan orang lain. Penyebab utama kematian adalah epilepsi.

Para ilmuwan masih belum bisa menjelaskan hubungan antara autisme dan epilepsi. Dilansir dari BBC, Sabtu (19/3), penelitian di Swedia juga menyatakan orang-orang dengan autis yang tidak cacat intelektual, meninggal rata-rata 12 tahun lebih muda.

Setelah penyakit jantung, bunuh diri adalah penyebab kematian paling umum untuk sekelompok orang. Dikhususkan bagi wanita autis, dinilai lebih berisiko bunuh diri dibandingkan yang normal. Sedangkan untuk alasan lain dari autis adalah depresi. Setidaknya, setengah yang menderita autis melakukan bunuh diri karena depresi.

Chief Executive Autistica, Jon Spiers, mengatakan autis merupakan masalah yang sudah krisis dan tersembunyi. Alasannya karena autis masih dianggap memalukan bagi keluarga. Sekitar seperempat dari orang dengan autis hanya berbicara sangat sedikit atau tidak sama sekali.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar