Pelecehan Seksual Berdampak Terjangkit HIV/AIDS

Pelecehan Seksual Berdampak Terjangkit HIV/AIDS

Konselor Biro Psikologi Rumah Sakit Pirngadi Medan, Indah Kemala Hasibuan.

(jw/rzd)

Senin, 13 Maret 2017 | 22:21

Analisadaily (Medan) - Maraknya kasus pelecehan seksual yang melibatkan remaja dan anak-anak, semakin membuat resah masyarakat. Apalagi, pelecehan seksual memungkinkan korban terjangkit penyakit Human Immunodeficiency Virus Infection and Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS).

Konselor Biro Psikologi Rumah Sakit Pirngadi Medan, Indah Kemala Hasibuan mengatakan, kasus pelecehan seksual terjadi karena orientasi seks menyimpang. Pola asuh dan pendidikan yang salah juga menjadi faktor pendukung penyimpangan seksual, sehingga tak luput korban dari pelecehan seksual mudah terjangkit HIV/AIDS.

"Perjalanan dari HIV positif ke AIDS itu membutuhkan waktu lima tahun secara teori, apabila badan si penderita HIV/AIDS positif ini bagus. Apabila daya tahan tubuhnya lemah bisa jadi satu tahun sudah terjangkit," kata Indah saat ditemui di RSUD Pirngadi Medan, Senin (13/3).

Indah menjelaskan, terjangkitnya virus HIV tersebut ibarat gunung es, dimana satu yang terkena semua ikut terjangkit.

"Jadi kalau penderita atau pelaku pelecehan seksual sudah AIDS, akan keluarlah segala penyakit Infection Opurtunistic (IO). Namun di HIV positif belum keluar dan ini harus serius untuk disikapi," jelasnya.

Lebih lanjut, Indah menceritakan, banyak faktor yang melatarbelakangi terjadinya penyimpangan seksual. Bisa jadi, pelaku melakukan itu karena pernah menjadi korban pelecehan di masa lampau, ataupun memang karena kelainan orientasi seksual.

"Lingkungan juga mempengaruhi. Karena kalau dia bergaul di lingkungan yang salah, perilaku itu bisa muncul. Maraknya peredaran konten pornografi di media sosial sekarang ini juga menjadi faktor," ungkapnya.

Untuk pola asuh dalam keluarga menurutnya, sangat berperan dalam pembentukan karakter. Terkait kasus pelecehan seksual sodomi, Indah juga mengatakan, kecenderungan pelaku adalah orang yang dekat dengan korban, termasuk keluarga korban.

Indah mengimbau kepada para orang tua agar lebih mewaspadai anak-anaknya. Apalagi di tengah perkembangan teknologi yang memungkinkan mengakses media sosial dengan begitu mudahnya.

"Orang tua harus jeli dengan anaknya. Jangan sampai anak menjadi korban. Karena hal itu sangat berpengaruh kepada psikologis anak," pungkasnya.

(jw/rzd)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar