Paparan Nikotin dan Bahayanya Bagi Janin

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Reza Perdana

Paparan Nikotin dan Bahayanya Bagi Janin

Ilustrasi (Berbagai Sumber)

Minggu, 17 Juli 2016 | 09:08

Analisadaily - Meskipun hanya sekitar delapan persen dari ibu hamil yang dilaporkan merokok aktif, namun ada dua kali lipat jumlah wanita hamil diuji positif terpapar bahan nikotin tingkat tinggi. Paparan nikotin sendiri menjadi sangat berbahaya bagi janin.

"Temuan penelitian kami sangat memprihatinkan, karena merokok selama kehamilan adalah salah satu penyebab paling dicegah atas kelahiran. Nikotin bisa menyebabkan kelahiran prematur, hingga kematian," kata pemimpin peneliti, Eric S Hall di Perinatal Institute, Rumah Sakit Anak Cincinnati Medis pusat di Ohio.

"Jadi sangat penting untuk setiap wanita hamil memahami besarnya masalah yang diakibatkan dari nikotin. Meski hanya sekedar paparan," tambah Eric, seperti dilansir dari Fox News, Minggu (17/7).

Para peneliti menganalisis data dari 787 wanita yang dilaporkan merokok selama trimester terakhir kehamilan dan telah memberikan sampel urin. Sampel diuji untuk cotinine, yang menunjukkan paparan nikotin, dan untuk mencari bukti adanya zat lain termasuk amfetamin, benzodiazepin, barbiturat, cannabinoids seperti ganja, kokain, relaksan otot, short-acting opioid seperti heroin, opioid long-acting termasuk buprenorfin dan metadon, serta phencyclidine (PCP).

Hasilnya, 67 dari 787 wanita dilaporkan merokok selama trimester terakhir mereka. Sedangkan sisanya dinyatakan positif terkena paparan nikotin tingkat tinggi berdasarkan sampel urin mereka.

"Nikotin sangat adiktif dan berhenti merokok merupakan tantangan bagi siapa pun. Bisa lebih sulit bagi ibu hamil jika mengalami stres tanpa dukungan klinis dan sosial yang memadai."

Pendidikan kesehatan dan saran mungkin tidak cukup untuk membantu perempuan agar berhenti merokok. Dukungan sosial dari konselor atau pasangan bisa memberikan dukungan. Karena, terapi pengganti nikotin seperti patch atau permen karet juga masih mengandung nikotin, mereka dapat berpotensi berbahaya bagi janin.

"Wanita hamil harus berkonsultasi dengan dokter mereka tentang potensi risiko dan manfaat dari terapi pengganti nikotin untuk membantu mereka berhenti merokok."

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar