Orangtua Perlu Perhatikan Momen Makan Pertama Anak

Orangtua Perlu Perhatikan Momen Makan Pertama Anak

Ilustrasi

(rzp/rts)

Selasa, 30 Agustus 2016 | 20:35

Analisadaily (Medan) - ASI merupakan sumber nutrisi bagi bayi. Komposisi yang terkandung, kandungan kolostrum serta kandungan anti bodi alaminya bermanfaat dalam menunjang tumbuh kembang bayi serta membantu mencegah infeksi dan gangguan kesehatan lainnya

Idealnya, ASI diberikan secara eksklusif hingga bayi berusia enam bulan tanpa makanan tambahan. Setelah itu, biasanya nutrisi dan energi yang dikandung oleh ASI sudah tidak lagi mencukupi, sehingga momen makan pertama si kecil dengan makanan pendamping ASI (MP-ASI) yang seimbang dan bergizi, berperan penting bagi tumbuh kembangnya.

Dalam hal ini, menurut konsultan tumbuh kembang anak, dr. Terapul Br. Tarigan, SpA(K) kandungan zat gizi pada MP-ASI tidak saja berperan penting untuk pertumbuhan fisik tubuh, tetapi juga dalam pertumbuhan otak, perkembangan perilaku, motorik dan kecerdasan.

“Momen makan pertama si kecil memberikan manfaat penting baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Manfaat jangka pendeknya adalah penanaman memori rasa lewat perkenalan ragam rasa dan tekstur sejak dini dan mengurangi risiko alergi si kecil,” kata dr. Terapul, Selasa (30/8).

Dalam jangka panjang, lanjutnya, momen makan pertama si kecil bermanfaat meminimalisir kemungkinan si kecil menjadi susah makan di kemudian hari dan mudah untuk beradaptasi dengan makanan baru.

Menyadari keunggulan bahan pangan organik sebagai bahan dasar yang berkualitas tinggi serta tidak menggunakan bahan kimia dan pengawet lainnya, Milna di bawah Kalbe Nutritionals menghadirkan produk MP-ASI organik pertama di Indonesia, Milna bubur bayi organik yang terbuat dari bahan alami organik pilihan, sebagai alternatif MP-ASI untuk si Kecil. 

“Bahan pangan organik diproses secara alami dan sistem pertaniannya tidak menggunakan bahan-bahan kimia dan pengawet. Kelebihan lainnya adalah kandungan zat gizinya dan kadar gulanya lebih tinggi dibandingkan bahan pangan biasa, sehingga tidak membutuhkan penambahan gula pada proses pengolahannya,” jelas Christofer Samuel Lesmana selaku Brand Manager Milna.

(rzp/rts)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar