Monitoring Jantung Jarak Jauh Bantu Deteksi Keadaan Darurat

Penulis: Elfa | Editor: Ria Situmorang

Monitoring Jantung Jarak Jauh Bantu Deteksi Keadaan Darurat

Ilustrasi (Fox News)

Rabu, 3 Agustus 2016 | 09:30

Analisadaily - Pemantauan jantung secara langsung dinilai tidak efektif untuk mendeteksi adanya keadaan darurat. Peneliti di Klinik Cleveland di Ohio, Dr. David Cantillon dalam pernyataannya menyebutkan sebagai alternatif, dirinya dan koleganya menguji hasil lebih dari 99.000 pasien dengan penyakit jantung dengan alat pantau jarak jauh.

"Tanda-tanda peringatan jantung sangat penting. Ini sering terlewat dan dikaitkan dengan hasil yang serius, termasuk kematian pasien,” kata Cantillon, seperti laporan dari Fox News, Rabu (3/8).

Tim respon darurat menyelidiki 3.200 kasus, termasuk 980 kasus ketika irama jantung atau perubahan tekanan darah terjadi tidak lebih dari satu jam sebelumnya. Sebagian besar peringatan ini atau berkisar 79 persen akurat.

Monitoring jarak jauh secara langsung memberitahukan kepada tim agar segera melaksanakan perawatan, termasuk peringatan cardiopulmonary.

Sistem pemantauan jarak jauh juga terkait dengan penurunan jumlah pasien yang membutuhkan pemantauan pada waktu tertentu. Keterbatasan penelitian ini meliputi desain observasional.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar