Mitos Soda yang Harus Anda Ketahui

Penulis: Elfa Harahap | Editor: Reza Perdana

Mitos Soda yang Harus Anda Ketahui

Minuman bersoda (Fox News)

Jumat, 4 September 2015 | 20:47

Analisadaily - Soda sudah menjadi bagian dari kehidupan. Bagi sebagian besar negara berbudaya pop seperti Amerika, soda bahkan telah bersahabat dengan masyarakatnya sejak tahun 1800-an. Ketika pertama kali dipasarkan, soda disebutkan sebagai minuman isotonik untuk memperkuat sistem otak.

Popularitas minuman bersoda terus berkembang ke negara-negara berkembang dan tertinggal hingga tahun 1990-an. Kemudian, penelitian-penelitian dilakukan untuk mengetahui kebenaran minuman bersoda.

Penemuan awal menyatakan obesitas yang meningkat tajam di Amerika disebabkan mengonsumsi minuman soda yang mengandung kafein dan gula dalam jumlah besar dengan kurun waktu yang terbilang sering. Penelitian kemudian dilanjutkan untuk mengetahui lebih lanjut.

Soda drinks (Top News)

Soda drinks (Top News)

Kafein dan gula bukan satu-satunya masalah pada minuman bersoda. Banyak bahan-bahan lain di minuman bersoda membahayakan kesehatan seperti bahan aditif yang memberikan warna pada soda. Beberapa ahli mengatakan, zat ini dapat menyebabkan kanker.

Sekitar 17 persen masyarakat minum soda setiap hari. Sekitar 58 persen orang Amerika kurang sering minum soda, tapi teratur. Sisanya tidak meminum minuman bersoda terlalu sering. Dari fenomena tingginya angka pengonsumsi soda, tidak heran jika banyak mitos yang beredar tentang minuman yang satu ini.

Mitos pertama menyebutkan bahwa minuman soda dengan jumlah sedikit merupakan snakc yang sehat. Mitos ini berkembang setelah sebuah perusahaan membuat iklan tentang salah satu minuman bersoda ternama.

Seorang ahli gizi profesional dibayar untuk melakukan promosi kesehatan tentang minuman bersoda produksi perusahaan tersebut. Tentu saja informasi ini tidak benar. Untuk menjadi sehat, Anda membutuhkan lemak tak jahat, karbohidrat, protein dan mikronutrien seperti vitamin dan mineral.

Soda tidak mengandung satupun dari nutrisi yang disebutkan di atas, kecuali gula yang masuk dalam jenis karbohidrat. Namun, gula rafinasi pada soda tidak bermanfaat untuk kesehatan. Jenis ini harus dibatasi dan bukan dipandang sebagai nutrisi.

Mitos kedua menyatakan, mengonsumsi satu kaleng soda setiap hari tidak mempengaruhi kesehatan. Modernisasi menjadi semboyan bagi perusahaan minuman bersoda dan banyak dari mereka merekomendasikan untuk diet dengan soda.

Anda mungkin berpikir bahwa satu kaleng minuman bersoda di saat makan siang tidak akan menjadi masalah besar. Satu kaleng soda bergula mengandung sekitar 10 sendok teh gula tambahan. World Health Organization (WHO) menyarankan kepada siapa saja untuk menambahkan gula tidak lebih dari lima persen jumlah kalori.

Sementara itu The American Heart Association merekomendasikan hal yang sama. Dilaporkan dari Fox News, Rabu kemarin, AHA merekomendasikan tidak lebih dari sembilan sendok teh gula tambahan per hari untuk pria dan enam sendok teh untuk wanita.

Terlalu banyak gula secara teratur, cepat menyebabkan kerusakan gigi dan menyebabkan penyakit lain seperti diabetes, obesitas dan penyakit jantung.

Mitos ketiga, meyakinkan masyarakat jika minuman bersoda telah menurunkan jumlah gulanya dibandingkan jumlah gula di masa lalu. Pada akhir 1990-an, konsumsi minuman bergula sangat tinggi. Masalah ini mendapatkan perhatian khusus dan menghasilkan berita besar.

Setelah itu, pengonsumsi minuman bersoda mulai turun. Bahkan, jumlah pengonsumsi soda mengalami penurunan dari sekitar 196 orang per hari di tahun 1999 dan turun lagi sebanyak 151 orang per hari pada tahun 2009.

Mungkin Anda pernah mendengar bahwa pengawet atau zat aditif warna karamel pada soda menjadi penyebab kanker. Klaim ini berasal dari penelitian pada seekor hewan pengerat dan tidak dapat diverifikasi pada manusia.

Sejak kebenaran-kebenaran terungkap, banyak informasi yang terus diperbaiki oleh perusahaan-perusahaan minuman bersoda. Termasuk menyatakan pengurangan zat aditif atau jumlah gula, sehingga soda saat ini jauh lebih sehat untuk dikonsumsi.

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar