Menkes: Peningkatan Kesehatan Dapat Dilakukan Mulai dari Pembenahan Rumah Sakit

Menkes: Peningkatan Kesehatan Dapat Dilakukan Mulai dari Pembenahan Rumah Sakit

Wagub Sumut dan Menkes dalam Rakerkesda. (FOTO: Istimewa).

(rel/rzd)

Selasa, 26 Maret 2019 | 14:43

Analisadaily (Medan) - Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nila Djuwita Faried Anfasa Moeloek, memberi apresiasi terhadap semangat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) untuk melakukan peningkatan kesehatan.

“Saya pribadi memberi apresiasi kepada Pemprov Sumut atas pembangunan kesehatan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat,” katanya saat menghadiri Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) Provinsi Sumatera Utara di Hotel Grand Mercure Medan Angkasa, Selasa (26/3).

Menkes menyebut, peningkatan kesehatan dapat dilakukan dengan mulai melakukan pembenahan rumah sakit, yakni Rumah Sakit Haji Medan, sebab RS ini melayani masyarakat dalam dan luar Kota Medan.

“Tak hanya itu peningkatan penyuluh kesehatan juga sudah harus menjadi prioritas kesehatan di Sumut, agar semua penyakit atau wabah bisa langsung diatasi dengan cepat,” ujarnya.

Sejumlah Masalah Perlu Tindak Lanjut

Kadis Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, Agustama menginformasikan, sebelum Rakerkesda dimulai pihaknya telah mengadakan Pra-Rakerkesda dengan agenda diskusi Kabupaten/Kota dan Provinsi terkait dengan 5 aksi program prioritas kesehatan yang harus dicapai tahun 2019-2020.

Berdasarkan analisis data pada diskusi tersebut, ada beberapa masalah yang perlu ditindaklanjuti untuk diatasi, diantaranya prioritas penurunan stunting. Berdasarkan data yang diperoleh dari hasil Rakerkesda 2018, stunting masih relatif tinggi yakni 32,3 persen. Di banding angka nasional, walaupun presentasinya menurun bila dibandingkan hasil riset yang sama pada tahun 2013 yakni sebesar 43,5 persen.

Selain itu, prioritas eliminasi TBS dimana angka CDR masih relatif rendah 53,7 persen. Kendati angka kesembuhan penderita (succes rate) mencapai lebih besar yakni 90 persen. Pada prioritas mutu dan cakupan imunisasi diketahui presentasi anak usia 0-11 bulan yang mendapatkan imunisasi dasar lengkap sebesar 86,9 persen sedangkan hasil cakupan kampanye Measles Rubella (MR) 58,4 persen.

Sedangkan prioritas Angka Kematian Ibu (AKI) diperoleh angka 60,80 per 100.000 kelahiran hidup dan Angka Kematian Bayi (AKB) 2,84 per 1000 kelahiran hidup, serta gizi buruk sebesar 19,7 persen.

“Hal ini diyakini diperlukan response surveilans yang lebih baik. Begitu juga penurunan penyakit seperti hipertensi sebesar 29,2 persen,  kasus DM 1,5 persen dan angka obesitas mencapai 25,8 persen,” sebutnya.

Optimis Tingkat Kesehatan di Sumut Meningkat

Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, optimis tingkat kesehatan masyarakat Sumut akan meningkat. Hal ini dapat dilakukan jika terwujud sinkronisasi program peningkatan kesehatan antara Kabupaten/Kota, Provinsi dan Pusat secara strategis.

“Dengan berkolaborasinya semua unsur ini akan dihasilkan penguatan pelaksanaan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta di Sumut,” ujar Ijeck, sapan akarabnya.

Lebih lanjut dikatakan, cakupan kesehatan semesta ini menjamin seluruh masyarakat mempunyai akses untuk kebutuhan pelayanan kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif yang berkualitas dan efektif.

“Cakupan kesehatan semesta ini menjadi suatu keniscayaan dalam mewujudkan visi misi Pemrov Sumut, yakni mewujudkan masyarakat Sumut bermartabat dalam kehidupan karena memiliki kesehatan yang prima,” ucapnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar