Mengenal Jenis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetika

Mengenal Jenis Bedah Plastik Rekonstruksi dan Estetika

Owner The Clinic Beautylosophy yang juga dokter spesialis bedah plastik, dr Arya Tjipta.

(rel/rzd)

Rabu, 24 April 2019 | 21:26

Analisadaily (Medan) – Dalam menunjang kepercayaan diri agar terlihat lebih menarik, tidak jarang para wanita dan pria melakukan bedah plastik pada bagian tubuh tertentu. Namun, tahukah Anda jenis-jenis bedah plastik.

Owner The Clinic Beautylosophy yang juga dokter spesialis bedah plastik, dr Arya Tjipta menyebut, ada dua jenis bedah plastik, yaitu rekonstruksi dan estetika atau kecantikan.

“Secara keseluruhan, bedah plastik paling banyak adalah rekonstruksi. Jenis ini memang wajib dan perlu dilakukan, terutama pada pasien kecelakaan atau bawaan lahir,” kata dr Arya, Rabu (24/4).

Dijelaskan dr Arya, untuk estetika adalah bedah plastik berdasarkan kemauan dari pasien, dan memiliki tren. Bedah palstik estetika hingga kini trennya pada bagian hidung, dagu, dan payudara.

“Untuk saat ini yang berkembang bukan estetika operasi, tetapi estetika injeksi, yaitu berdasarkan penggunaan alat seperti treatmeal, sinar-sinar, dan laser,” jelasnya.

Diungkapkan dr Arya, banyak yang senang dengan estetika injeksi karena prosesnya yang cepat dan tidak membutuhkan waktu lama.

“Operasi biasanya ada luka, memar, dan luka jahitan. Kalau injeksi, hasilnya tidak sedramatis operasi,” ungkapnya.

Meski demikian, dr Arya menyebut keduanya memiliki plus dan minus masing-masing, dan tidak bisa dibilang mana yang bagus dan yang tidak bagus.

“Setiap tindakan pasti ada efek samping. Jika tidak dikerjakan oleh professional, dan tidak dilakukan dengan hati-hati, justru akan menimbulkan efek samping,” sebutnya.

Bahkan jika pasien tidak menjaga apa yang sudah diingatkan, juga akan menimbulkan efek samping. Pasien harus diberitahu dari awal, dan harus diberitahukan apa yang dimasukan ke dalam tubuhnya.

“Jangan sampai, yang disuntikan itu macam-macam, bisa berbahaya,” ucapnya.

Efek Samping

dr Arya menerangkan, untuk efek samping jika diinjeksikan tidak sesuai, yang akan terjadi seperti pada suntik silikon paling sering ditemukan, tidak sesuai membuat bentuk yang diinginkan.

“Misalnya hidung akan berbeda jauh dari yang diinginkan. Jika begitu, akan dioperasi berulang-ulang karena sudah menempel. Juga tidak bisa dibuang. Jika ingin dibuang harus bertahap,” terangnya.

“Efek samping lainnya, seperti menggunakan injeksi filler bisa kena ke pembuluh darah dan bisa sampai menimbulkan kebutaan permanen atau kehilangan penglihatan,” sebut dr Arya.

Menurut dr Arya, bedah plastik mulai tren di Sumatera Utara sejak tahun 2016. Hingga saat ini terus berkembang, begitu juga dengan alat-alat yang digunakan.

“Di kita, dalam sebulan bisa melayani 50 hingga 80 pasien bedah estetika. Kebanyakan wanita usia 20 hingga 50 tahun,” tuturnya.

(rel/rzd)

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar