Mengenal Infeksi Menular Seksual (Part 2)

Penulis: Aldi Aulia Anwar | Editor: Lely Novita

Mengenal Infeksi Menular Seksual (Part 2)

Ilustrasi (Berbagai Sumber)

Rabu, 17 Juni 2015 | 21:10

Analisadaily – Sebelumnya, kita telah membahas tiga jenis penyakit infeksi menular seksual (IMS). Selanjutnya, masih ada beberapa jenis penyakit lainnya yang termasuk dalam IMS, seperti dikutip dari Nhs.uk :

1. Gonore

Ini juga merupakan salah satu IMS yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae, yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum, tenggorokan dan bagian putih mata (konjungtiva). Pada pria, gonore dapat menyebabkan rasa sakit atau sensasi terbakar ketika buang air kecil, debit putih, kuning atau hijau dari ujung alat kelamin pria, dan rasa sakit atau nyeri di testis.

Pada wanita, gonore dapat menyebabkan rasa sakit atau sensasi terbakar ketika buang air kecil, keluarnya cairan (sering berair, kuning atau hijau), nyeri di perut bagian bawah selama atau setelah berhubungan seks dan mengalami pendarahan selama atau setelah berhubungan seks.

2. Sifilis

Ini juga merupakan jenis IMS yang disebabkan oleh bakteri spiroset Treponema pallidum sub-spesies pallidum. Rute utama penularannya melalui kontak seksual atau berhubungan seks. Selain itu, infeksi ini juga dapat ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan atau saat kelahiran, yang menyebabkan terjadinya sifilis kongenital.

Tanda dan gejala infeksi ini bervariasi dan dikategorikan dalam 4 macam (primer, sekunder, laten dan tersier). Fase primer secara umum ditandai dengan ulserasi keras, tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak gatal di kulit.

Sifilis sekunder ditandai dengan ruam yang menyebar yang seringkali muncul di telapak tangan dan tumit kaki. Sifilis laten biasanya tidak memiliki gejala atau hanya menunjukkan sedikit gejala, sedangkan sifilis tersier dengan gejala gumma, neurologis, atau jantung.

3. HIV

HIV merupakan IMS yang paling sering diderita oleh orang-orang. Dimana infeksi ini ditularkan melalui hubungan seks bebas tanpa menggunakan alat pengaman (kondom). Hal ini juga dapat ditularkan melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, misalnya : berbagi jarum untuk menyuntikkan steroid atau obat.

Serangan virus HIV dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tidak mampu melawan infeksi dan penyakit. Sampai saat ini, belum ada obat untuk mengatasi penyakit tersebut, tetapi ada perawatan yang memungkinkan orang untuk tetap bisa bertahan hidup dan sehat.

AIDS adalah tahap akhir dari infeksi HIV, ketika tubuh Anda tidak lagi bisa melawan infeksi yang dapat mengancam jiwa. Umumnya, sebuah tes darah sederhana biasanya digunakan untuk menguji adanya infeksi HIV.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar