Masalah Pernafasan Menerpa Anak-anak di Brasil

Penulis: Christison Sondang Pane

Masalah Pernafasan Menerpa Anak-anak di Brasil

Pandangan udara dari sebidang hutan Amazon yang terbakar saat dibersihkan oleh petani di Itaituba, Para, Brasil 26 September 2019 (REUTERS /Ricardo Moraes)

Kamis, 3 Oktober 2019 | 12:48

Analisadaily - Lonjakan kebakaran di hutan hujan Amazon Brasil tahun ini memicu lonjakan pada anak-anak kecil yang dirawat karena masalah pernafasan saat asap menyelimuti udara di seluruh wilayah tersebut.

Sekitar 5.000 anak berusia sembilan tahun atau lebih muda dirawat bulan Mei dan Juni di 36 daerah di dalam apa yang disebut ‘busur deforestasi’ daerah yang sebagian mengelilingi Amazon. Perusakan hutan adalah yang tertinggi, menurut sebuah studi oleh Oswaldo Cruz Foundation, sebuah lembaga penelitian kesehatan masyarakat.

Itu dua kali lipat rata-rata bulanan selama 10 tahun terakhir, dengan studi yang menghubungkan kenaikan dengan kebakaran hutan.

Studi ini hanya memeriksa kasus untuk Mei dan Juni, data terbaru yang tersedia, ketika jumlah kebakaran sedikit lebih tinggi dari tahun sebelumnya. Tetapi periode itu jauh sebelum lonjakan Agustus ketika kebakaran di Amazon hampir tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Jumlah kebakaran hutan di Amazon untuk tahun ini telah melonjak ke titik tertinggi sejak 2010 pada Agustus, menarik kemarahan global, Brasil tidak cukup berbuat untuk melindungi hutan hujan tropis terbesar di dunia.

Para pencinta lingkungan dan peneliti mengatakan, para petani dan pihak lain yang menghancurkan hutan dengan sengaja membuat kebakaran. Pemerintah Brazil mengirim militer untuk memerangi api dan melancarkan investigasi penyebabnya.

Cristovao Barcelos, salah satu peneliti yang menulis penelitian ini mengatakan, dengan meningkatnya kebakaran mulai dari Juli bahwa jumlah kasus juga dapat menunjukkan peningkatan.

“Ada urutan yang dimulai dengan deforestasi, kemudian muncul kebakaran dan masalah pernapasan,” kata Barcelos.

Di daerah yang mencatat lebih banyak kebakaran daripada biasanya, seorang anak memiliki kemungkinan 36 persen lebih besar untuk mengalami masalah pernapasan. Barcelos menambahkan, 2 persen dari anak-anak yang mencari perawatan kemudian meninggal.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar