Malaysia Alami Peningkatan Kematian Karena Demam Berdarah

Penulis: Christison Sondang Pane

Malaysia Alami Peningkatan Kematian Karena Demam Berdarah

Ilustrasi nyamuk (Pixabay)

Minggu, 11 Agustus 2019 | 12:35

Analisadaily - Malaysia mengalami peningkatan kematian akibat demam berdarah menjadi 113 pada 3 Agustus, dibandingkan dengan 70 kasus pada periode yang sama tahun lalu.

Wakil Menteri Kesehatan, Lee Boon Chye mengatakan, total kasus demam berdarah sejak awal tahun hingga awal Agustus mencapai 80.000, dua kali lipat jumlah kasus pada periode yang sama tahun lalu.

Lee Boon juga memperkirakan jumlahnya akan mencapai 150.000 kasus pada akhir tahun jika semua upaya tidak dilakukan untuk mengendalikannya. Jumlah kasus terakhir yang tercatat adalah pada tahun 2015 yang mencatat 120.836 kasus dengan 336 kematian.

Dilansir dari Reuters, Minggu (11/8), lebih dari 70 persen kasus terjadi di daerah perkotaan, katanya. Ada 251 titik di sembilan kota di negara itu, di antaranya Selangor, Wilayah Federal, Johor, Kelantan, Sabah, Penang, Sarawak, Negri Sembilan dan Pahang.

Secara global, jumlah kasus demam berdarah turun pada 2017-2018, tetapi ada peningkatan tajam pada 2019, terutama di Australia, Bangladesh, Kamboja, Cina, Laos, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Vietnam.

Dr Lee mengatakan kementerian di negara-negara menggunakan berbagai metode untuk mengatasi wabah demam berdarah, seperti pengasapan dan pemindahan tempat pengembangbiakan nyamuk.

Sebuah metode baru, pelepasan nyamuk Aedes yang terinfeksi bakteri Wolbachia untuk menurunkan populasi nyamuk yang terinfeksi dengue masih dipantau, katanya.

Dia mengatakan vaksin dengue digunakan di Filipina tetapi ditarik setelah itu menyebabkan tingkat kematian yang lebih tinggi. Kementerian sedang memantau situasi demam berdarah secara terus menerus dan menerima laporan mingguan tentang jumlah kasus.

Dengan setiap dinas kesehatan di daerah memantau situasi tersebut, begitu kasus demam berdarah dilaporkan, tindakan seperti pengasapan segera dilaksanakan, katanya.

Ketika ada hotspot, dinas kesehatan juga menyelenggarakan gotong royong dengan penduduk setempat melalui COMBI (mobilisasi sosial dan komunikasi) atau dewan kota, tambahnya.

Dia mengingatkan masyarakat untuk memainkan peran mereka dalam memastikan daerah mereka bebas dari nyamuk Aedes.

“Demam berdarah meningkat di banyak bagian dunia, bahkan Singapura. Kuba memberantasnya sekali tetapi telah muncul kembali. China selatan, Taiwan selatan, dan Jepang selatan juga telah melaporkan kasus. Ketika perjalanan udara menjadi umum, virus menyebar," kata Lee.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar