Makanan yang Dianggap Sehat (Part II)

Penulis: Elfa | Editor: Reza Perdana

Makanan yang Dianggap Sehat (Part II)

Sushi (The List)

Senin, 9 Oktober 2017 | 12:27

Analisadaily - Saat memilih makanan, sebaiknya kita tetap berhati-hati. Ada banyak informasi makanan sehat yang kita ketahui, namun ternyata informasi tersebut salah atau salah kaprah, karena secara umum disebut-sebut sebagai makanan sehat. Misalnya:

Sushi

Sushi menjadi makanan yang dikenal sehat karena tidak dimasak. Meski begitu, Sushi menjadi tidak sehat karena kebanyakan terbuat dari nasi dan sedikit ikan segar atau sayuran. Ini menjadikannya banyak mengandung karbohidrat.

Ikan yang digunakan sekarang ini juga kebanyakan ikan budi daya yang mengandung merkuri. Ada baiknya mengonsumsi Sushi dengan sayuran, bukan nasi atau kandungan karbohidrat lainnya.

Turkey

Kalkun panggang sangat lezat dan sehat. Namun, daging unggas yang dijadikan Turkey tidak selalu sehat karena ditemukannya senyawa kimia berbahaya, pada akhirnya bisa membuat infeksi perut karena parasit.

Setelah diteliti, banyak kalkun disuntikkan obat berbasis arsenik, yang sendiri sangat berbahaya bagi tubuh. Bisa menyebabkan kesehatan bermasalah pada kulit, usus, pembuluh darah, sistem kekebalan tubuh, paru-paru, jantung, sistem saluran kemih, organ reproduksi, dan sistem saraf.

Salmon

Salmon terus mendapatkan pengawasan dari petugas kesehatan. Sebab, salmon semakin sulit didapat di laut lepas. Sedangkan permintaan terus meningkat, karena Salmon dikenal sebagai ikan yang penuh protein.

Salmon yang dibudidaya menjadi salah satu cara untuk memenuhi permintaan konsumen. Berbeda dengan Salmon yang ditangkap di laut, Salmon budidaya justru meningkatkan peradangan, penggumpalan darah, dan proliferasi sel.

Salmon budidaya bahkan sering diberi pewarna agar warnanya seperti Salmon laut.

Susu dari nasi

Susu alternatif biasanya terdengar lebih sehat daripada susu sapi tradisional. Jika Anda melihat di toko, ada banyak jenis susu yang terbuat dari kacang almond, kacang mede, kedelai, kelapa, dan nasi.

Bethany Thayer, RD, direktur Pusat Promosi Kesehatan dan Pencegahan Penyakit di Sistem Kesehatan Henry Ford di Detroit, mengatakan, susu beras secara alami tinggi karbohidrat dan rendah protein atau kalsium.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar