Makanan yang Dianggap Sehat (Part I)

Penulis: Elfa | Editor: Reza Perdana

Makanan yang Dianggap Sehat (Part I)

Jus buah (The List)

Senin, 9 Oktober 2017 | 11:40

Analisadaily - Ada banyak informasi kesehatan yang diperoleh. Beberapa bertentangan dengan apa yang dilakukan oleh kebanyakan orang. Lebih banyak lagi, salah mendapatkan informasi atau salah memaknainya.

Beberapa jenis makanan yang sering dianggap sehat, padahal justru membuat dampak buruk pada kesehatan adalah:

Jus buah

Buah menjadi makanan penuh serat yang penting untuk tubuh. Jus buah tidak bisa sembarangan dikonsumsi. Jus buah yang di-blend dengan air diketahui lebih tinggi kadar gulanya dibandingkan air gula itu sendiri.

Sebaiknya, buah tidak dijus sendiri. Buah yang dijus sangat baik jika dipadukan dengan sayur. Sebab, buah yang dijus akan kehilangan kulit mereka.

Dengan mengupas buah kulit mereka, membran ikat, dan biji di dalam buah akan menghilangkan serat yang membantu memperlambat penyerapan gula alami. Hal ini menyebabkan lonjakan insulin, yang akhirnya dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

Memakan buah dengan utuh justru membuat perut Anda tetap kenyang dan dicerna secara lambat, sehingga kadar gula tidak langsung melonjak. Jika tidak suka sayur, Anda bisa menambahkan susu protein dan almond.

Popcorn

Popcorn dikenal dengan makanan ringan berkalori rendah dan serat tinggi. Namun, Anda harus berhati-hati. Tidak semua popcorn baik dan berkalori rendah seperti yang kita ketahui. Popcorn yang dimasak di microwave justru memberikan manfaat sebaliknya.

Environmental Health Perspectives mengungkapkan, zat yang dikenal sebagai bahan kimia perfluorinated (PFC atau PFSA) ditemukan di popcorn yang dimasak di microwave. Mengapa? Karena microwave adalah alat yang dilapisi zat kimia PFC berbahaya.

Soda tanpa kalori atau pemanis buatan

Ada berbagai usaha yang dilakukan perusahaan minuman atau makanan untuk menciptakan kesan sehat pada makanan yang mereka jual. Sebut saja minuman soda yang disebut-sebut tanpa gula atau tanpa kalori.

Dilansir dari The List, Senin (9/10), Yale Journal of Biology and Medicine (YJBM), pemanis buatan dalam soda tanpa kalori justru menjadi masalah.

Secara intuitif, orang memilih pemanis buatan non-kalori karena kandungan gula dikatakan tidak ada. Padahal, pemanis buatas jauh lebih buruk dari gula. Pemanis buatan dapat berkorelasi dengan penambahan berat badan dan obesitas. Menyebabkan hipertensi, diabetes tipe 2, dan penyakit kardiovaskular pula.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar