Lima Penyakit Kritis yang Sering Mengancam Jiwa Seseorang

Lima Penyakit Kritis yang Sering Mengancam Jiwa Seseorang

Director Agency Business Development Prudential Indonesia, Rusli Chan

(jw/eal)

Rabu, 16 Januari 2019 | 22:13

Analisadaily (Medan) - Dari data yang diperoleh perusahaan asuransi menyebutkan bahwa ada lima penyakit kritis yang paling sering diklaim oleh para nasabah karena sangat mengancam jiwa seseorang.

"Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan tahun lalu, prevalensinya mengalami kenaikan seperti kanker, stroke, ginjal kronis, jantung dan hipertensi," kata Director Agency Business Development Prudential Indonesia, Rusli Chan, di Medan, Rabu (16/1).

Rusli menjelaskan bahwa data yang dihimpun, penderita hipertensi naik dari 25,8 persen menjadi 34,1 persen, prevalensi stroke naik dari 7 persen menjadi 10,9 persen, ginjal kronis naik dari 2 persen menjadi 3,8 persen dan kanker naik dari 1,4 persen menjadi 1,8 persen.

"Untuk pengobatannya, penyakit yang tergolong sebagai Penyakit Tidak Menular (PTM) ini, tak jarang merogoh kocek yang dalam. Bahkan tak sedikit juga yang bangkrut karena penyakit," jelasnya. 

Sementara data World Health Organization (WHO) menunjukkan PTM diperkirakan menjadi penyebab 73 persen kematian di Indonesia. Penelitian ASEAN Cost in Oncology (ACTION) pada tahun 2014-2015 mengungkapkan bahwa dari 9.513 pasien pengidap kanker, hampir 50 persennya mengalami kebangkrutan. Sedangkan 29 persen meninggal dunia.

"Berjuang melawan penyakit kritis sangat menguras emosi serta fisik pasien dan keluarganya dan dapat mengganggu perencanaan keuangan," ungkap Rusli.

Oleh karena itu, menurut Rusli, asuransi menjadi hal yang penting sebagai langkah pencegahan kebangkrutan.

"Nasabah dapat memanfaatkan uang perlindungannya untuk membantu biaya pengobatan rumah sakit, dan juga biaya hidup," tuturnya. 

Untuk langkah pencegahan, sambung Rusli, setiap orang harus rutin dan tetap menjalani pola hidup sehat. Meskipun di tengah rutinitas yang begitu padat. Dimana, akibat tidak menjaga kesehatan banyak manusia yang berisiko terkena penyakit tersebut. 

"Kebiasaan seperti merokok, tidak olahraga rutin, kurang makan buah dan sayur serta kebiasaan makan tidak teratur adalah faktor-faktor risiko utama penyebab PTM. Saat ini, usia muda bahkan tidak menjamin seseorang terbebas dari ancaman penyakit kritis," pungkasnya.  

(jw/eal)

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar