Kurangnya Kebugaran Fisik Bisa Menimbulkan Depresi Pada Wanita Paruh Baya

Penulis: Christison Sondang Pane

Kurangnya Kebugaran Fisik Bisa Menimbulkan Depresi Pada Wanita Paruh Baya

Ilustrasi (Pixabay)

Minggu, 23 Juni 2019 | 16:00

Analisadaily - Wanita paruh baya dengan kebugaran tubuh bagian atas dan bawah yang lemah mungkin lebih rentan terhadap depresi dan kecemasan.

Secara khusus, kekuatan pegangan yang buruk dan butuh waktu lama untuk berdiri dikaitkan dengan depresi yang lebih tinggi atau gejala kecemasan.

"Wanita paruh baya secara global berada di posisi yang sulit. Terjepit di antara anak-anak, orang tua yang menua, suami dan komitmen kerja. Mereka mengorbankan diri menghadapi semua tuntutan ini, dan kadang-kadang mengabaikan kebutuhannya sendiri. Kecemasan dan depresi mungkin tidak dikenali,” kata Peneliti dari National University of Singapore, Yong Eu-Leong.

Yong dan rekan-rekannya yang melakukan studi di Singapura, mempelajari lebih dari 1.100 wanita, berusia 45 hingga 69 tahun, yang memiliki ginekologi rutin di National University Hospital di Singapura. 

Dilansir dari Channel News Asia, Minggu (23/6), selama studi, para peneliti mengukur kinerja fisik tubuh bagian atas seperti kekuatan pegangan, yang mengharuskan para wanita untuk menekan dinamometer genggam sekuat yang mereka bisa. 

Para peneliti juga mengukur kinerja fisik tubuh bagian bawah melalui kecepatan berjalan, keseimbangan berdiri, dan tes berdiri kursi berulang, yang mencatat waktu yang diperlukan untuk berdiri dari posisi duduk lima kali tanpa menggunakan lengan.

Tim peneliti menggunakan kuesioner yang diterima secara internasional untuk menilai apakah dan seberapa sering wanita mengalami gejala yang terkait dengan kecemasan dan depresi selama seminggu terakhir, termasuk kesedihan, kekhawatiran yang tidak terkendali, kehilangan minat, kelelahan, masalah tidur dan kurang nafsu makan.

Hasilnya, secara keseluruhan, 180 wanita, atau sekitar 16 persen, memiliki gejala depresi atau kecemasan. Wanita usia 45 hingga 54 lebih cenderung melaporkan gejala.

Gejala tidak terkait dengan status menopause, karakteristik sosiodemografi atau variabel gaya hidup seperti merokok atau konsumsi alkohol. Karakteristik fisik dan kinerja fisik memang membuat perbedaan. 

Wanita dengan gejala depresi dan kecemasan lebih sering diklasifikasikan sebagai memiliki kinerja fisik sedang hingga rendah.

Kekuatan handgrip yang lemah dikaitkan dengan 68 persen peningkatan kemungkinan mengalami gejala yang meningkat. Mengambil lebih lama pada tes duduk-berdiri dikaitkan dengan 33 persen peningkatan kemungkinan gejala.

"Studi kami menunjukkan korelasi yang menarik antara pikiran dan tubuh menunjukkan, kekuatan fisik sangat terkait dengan kesehatan mental. Studi di masa depan harus menentukan apakah latihan penguatan yang meningkatkan kinerja fisik dapat membantu mengurangi gejala depresi dan kecemasan,” sambung Yong.

Peneliti dari University of Illinois di Chicago, Pauline Maki mengatakan, sementara hubungan sebab akibat antara depresi dan kekuatan fisik tidak dapat ditentukan dari studi korelasional ini.

Ada bukti kuat dari uji klinis yang menunjukkan manfaat olahraga, terutama latihan aerobik, pada suasana hati pada wanita.

Maki, yang tidak terlibat dengan penelitian ini, mengarahkan program Penelitian Kesehatan Mental Wanita dan telah meneliti kesejahteraan psikologis pada wanita paruh baya.

Ia menunjukkan, tingkat depresi dan kecemasan cenderung lebih rendah pada wanita Singapura daripada wanita Barat.

"Tetap, penelitian ini merupakan pengingat penting, selain hot flashes, gejala suasana hati selama transisi menopause sangat umum. Pedoman klinis merekomendasikan psikoterapi, pengobatan anti-depresi dan latihan fisik untuk gejala suasana hati ," ujar Maki.

Meskipun hidup sibuk, wanita paruh baya harus memprioritaskan penguatan otot dan latihan resistensi.

"Olahraga itu menyenangkan dan bebas biaya. Ini meringankan suasana hati Anda. Luangkan waktu untuk itu, dan jadikan itu bagian dari rutinitas keluarga,” saran Yong.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar