Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Penulis: Reza Perdana

Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Ilustrasi (Pixabay)

Kamis, 24 Januari 2019 | 12:11

Analisadaily - Orang yang tidur kurang dari enam jam dalam satu malam lebih mungkin terserang penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung daripada mereka yang tidur tujuh hingga delapan jam. Hal ini berdasarkan sebuah studi di Spanyol.

Dalam studi tersebut, seperti dilansir dari Asia One, Kamis (24/1), sebanyak 3.974 pekerja bank mengenakan pelacak aktivitas untuk mengukur tidur selama satu minggu, dan juga melakukan ultrasound jantung 3D dan pemindaian CT jantung untuk mencari penyakit jantung.

Para peneliti menemukan, dibandingkan dengan orang yang tidur tujuh hingga delapan jam, mereka yang tidur kurang dari enam jam dalam satu malam, 27 persen lebih mungkin mengalami aterosklerosis "praklinis": perubahan struktural dan penebalan pada dinding arteri yang belum cukup serius hingga menimbulkan komplikasi.

Penelitian sebelumnya telah menghubungkan kurang tidur dengan faktor risiko tradisional untuk penyakit jantung seperti gula darah tinggi, tekanan darah tinggi, peradangan, dan obesitas.

"Tidur, bersama dengan diet dan aktivitas fisik, salah satu kebiasaan sehat yang perlu kita adopsi dan pelihara agar sistem kardiovaskular kita tetap sehat," kata penulis studi senior, Jose Ordovas, seorang peneliti CNIC di Madrid.

"Hasil kami mendukung kepercayaan tradisional bahwa kami harus memiliki sekitar delapan jam tidur yang baik per hari," kata Ordovas.

"Bagi mereka yang karena satu dan lain hal tidak dapat menghindari tidur yang buruk, rekomendasinya harus lebih proaktif dalam mengendalikan faktor risiko gaya hidup lain seperti diet dan olahraga," tambahnya.

Pengerasan arteri dapat berkembang secara bertahap selama beberapa dekade sebelum menyebabkan masalah.

Orang-orang dapat hidup bertahun-tahun dengan kelainan praklinis sebelum mereka mengalami atherosclerosis full-blown, yang ditandai dengan penumpukan plak di dinding arteri yang membatasi aliran darah dan dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke.

Sangat sedikit peserta atau hanya 160 orang tidur lebih dari delapan jam semalamdalam satu malam. Studi ini juga menemukan orang yang tidur lama meningkatkan risiko jantung.

Wanita yang tidur lebih dari 8 jam hampir dua kali lebih mungkin mengalami penumpukan plak praklinis di arteri mereka dibandingkan wanita yang tidur tujuh hingga delapan jam dalam satu malam.

Pria juga memiliki risiko penumpukan plak yang sedikit lebih tinggi dengan terlalu banyak tidur, tetapi perbedaannya terlalu kecil untuk mengesampingkan kemungkinan bahwa itu karena kebetulan.

"Penting untuk menekankan bahwa lebih banyak tidak selalu lebih baik, karena tidur berlebihan dapat meningkatkan risiko kardiovaskular," kata Ordovas.

Partisipan studi rata-rata berusia 46 tahun dan tidak ada yang memiliki riwayat penyakit jantung. Mereka cenderung sedikit kelebihan berat badan, tetapi juga mendapatkan sekitar 45 menit sehari aktivitas fisik sedang sampai kuat.

Orang-orang yang kurang tidur cenderung menjadi lebih tua, lebih berat, dan memiliki kadar kolesterol serta tekanan darah yang lebih tinggi daripada orang-orang yang lebih banyak istirahat, para peneliti melaporkan dalam Journal of American College of Cardiology.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar