Korban Tewas Meningkat, Ibukota Zimbabwe Darurat Kolera

Penulis: Christison Sondang Pane

Korban Tewas Meningkat, Ibukota Zimbabwe Darurat Kolera

Ilustrasi (BBC)

Selasa, 11 September 2018 | 19:00

Analisadaily – Menteri Kesehatan Zimbabwe, Obdiah Moyo menyatakan, ibukota Harare darurat kolera setelah jumlah korban meninggal dunia karena penyakit itu meningkat. Hingga saat ini, sudah 20 tewas dan 2.000-an orang terinfeksi.

“Kami menyatakan keadaan darurat untuk Harare. Ini akan memungkinkan kita untuk menghindar dari kolera, tifus dan apapun yang sedang terjadi. Kami tidak ingin kematian berlanjut,” kata Moyo setelah mengunjungi rumah sakit yang merawat pasien kolera.

Dilansir dari Reuters, Menteri Kesehatan mengatakan, penjualan daging dan ikan oleh vendor di pinggiran kota yang terkena dampak telah dilarang dan polisi diminta untuk melakukan pelarangan.

Karena itu, pemerintah Zimbabwe juga memberhentikan dua aktivitas sekolah yang berada di pinggiran kota tempat wabah kolera. Pemerintah meminta bantuan dari badan-badan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan perusahaan swasta untuk memasok air.

Kota Harare telah berjuang untuk memasok air ke beberapa daerah penggiran selama lebih dari satu dekade. Memaksa warga untuk bergantung pada air dari sumur terbukan dan sumur bor komunitas.

Disebutkan, wabah kolera terbaru datang setelah saluran pembuangan di daerah pinggiran Budiriro dan Glenview terkontaminasi air dari lubang bor dan sumur terbuka, yang digunakan penduduk.

Zimbabwe telah didera wabah koleras terbesar pada 2008 saat puncak krisi ekonomi melanda. Tercatat, 4.000 orang meninggal dunia dan 40.000 dirawat setelah terinfeksi.

Berita Terkait :

Komentar

Komentar

Silahkan masuk atau daftar untuk memberikan komentar